RSS Feed     Twitter     Facebook

Kutipan Hadits Semangat Jalani Ibadah Ramadan

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 3 views    Font size:
Kutipan Hadits Semangat Jalani Ibadah Ramadan

(idntimes.com)- Bulan suci Ramadan adalah waktu terspesial karena tiap ibadah yang kita lakukan bernilai berkali lipat. Kadang kita lalai oleh kesibukan2, sehingga ibadah tidak maksimal. Agar kita tidak tidak menyia-nyiakan Ramadan yang datang sekali tiap tahun ini, kita butuh motivasi.

 

Motivasi bisa datang dari mana saja, salah satunya melalui hadits2 Rasulul berikut ini.

1-Puasa Ramadan adalah pintu menuju pengampunan dosa

 

Siapa berpuasa Ramadan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

 

Waktu yang telah kita jalani, pasti tak akan terlepas dari kekhilafan dalam beribadah. Ramadan hadir dan jadi waktu paling tepat untuk mendapat pengampunan dosa2. Apalagi di bulan suci, tiap kebaikan dinilai berlipat ganda. Kita belum tentu berkesempatan bertemu Ramadan yang akan datang. Maka kesempatan ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin.

 

2-Jagalah Allah, maka Dia akan menjagamu

Abdullah bin ‘Abbas –ra– menceritakan, suatu hari saya di belakang Nabi SAW. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan padamu beberapa  kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika kau meminta, mintalah pada Allah, dan jika kau  memohon pertolongan, mohonlah pada Allah.  [HR. at-Tirmidzi, dan ia berkata, “Hadits ini hasan shahîh.”]

 

Hadits ini diucapkan Rasul saat dalam perjalanan menggunakan unta, sedang Abdullah bin Abbas dibonceng nabi dan masih kanak2. Gambaran ini jadi pelajaran cara orang tua mendidik anaknya dengan penuh kelembutan dalam setiap kesempatan bersama.

 

Hadits ini bermakna mendalam bagaimana kita seharusnya beribadah pada Allah. Menurut para ulama, menjaga Allah dimaknai ikhlas mengerjakan tiap perintah Nya. Allah selalu ada dalam setiap langkah kita di manapun. Jika kita melakukannya, maka Allah akan menjaga kita dalam setiap keadaan.

 

Maka, Ramadan ini momen yang tepat bagi kita untuk lebih mendekatkan diri melalui ibadah. Dengan begitu kita berharap akan selalu ditolong dan dikabulkan setiap doanya.

 

3-Jangan biarkan puasa kita tak bernilai ibadah

Banyak orang berpuasa namun dia tak mendapat dari puasanya, kecuali rasa lapar-dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya)

 

Puasa Ramadan salah satu ibadah yang berat. Banyak godaan muncul untuk ber-malas2an sambil menunggu waktu berbuka. Atau tetap tak bisa menahan emosi ketika marah. Jika hal itu yang sedang kita lakukan.

 

Kita bisa mulai dengan hal-hal sederhana seperti meluangkan waktu baca Alquran, berapapun jumlah ayatnya yang bisa dibaca. Atau mengubah tontonan kita dengan kajian2 pendek di YouTube.

 

4-Puasa adalah ibadah yang dispesialkan oleh Allah

“Setiap amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan jadi 10-700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa, amalan itu untuk-Ku dan Aku  yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku.” (HR. Muslim no. 1151)

 

Kita pasti tahu jika puasa itu ibadah yang amalannya dilipatgandakan. Ibadah sunnah diganjar pahala ibadah wajib, dan yang wajib diganjar berkali lipat pahala. Satu hal yang membedakan puasa dari ibadah lain, ibadah ini khusus untuk Allah dan Dialah yang akan mengganjarnya sesuai dengan kehendaknya.

 

Dengan segala rahmat dan kasih sayangnya, nilai pahala-Nya tidak ternilai. Puasa ini urusan hamba-Nya dengan Allah adalah karena yang tahu dirinya benar2 puasa adalah dirinya dengan Allah.

 

5-Puasa adalah perisai lisan dan hati kita

“Puasa itu perisai, maka jangan berkata kotor dan bertindak dungu. Kalau ada yang mencela / mencaci hendaknya katakan padanya, “Aku sedang puasa.” (HR. Bukhari [1894] dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

Puasa ibarat perisai diri dari melakukan hal2 tidak berfaedah. Puasa harus membuat kita mengontrol lisan, perasaan dan tingkah laku dan hanya mengerjakan yang baik. Jika muncul godaan2 melakukan hal yang mengurangi nilai puasa, ingatlah dan ucapkan jika kita sedang berpuasa. Dijamin hal itu jadi rem bagi kita dari hal2 yang melalaikan.

 

Itulah lima kutipan hadits yang dijamin bakal membuat puasamu lebih bermakna dan semakin semangat dalam menjalaninya. Yuk, pahami! (Ganjar Firmansyah; Bahan dari :  https://www.idntimes.com/life/inspiration/ganjar-firmansyah/kutipan-hadits-semangat-jalani-ibadah-ramadan-exp-c1c2/full)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code