RSS Feed     Twitter     Facebook

Membangun Kepemimpinan Berkeadilan

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 3 views    Font size:
Membangun Kepemimpinan Berkeadilan

(republika.co.id- Oleh: Muhammad S)-“Wahai orang2 beriman tegakkanlah dengan gigih hukum-hukum keadilan itu dan berikanlah kesaksian dengan jujur demi Allah semata, meskipun terhadap dirimu sendiri atau orang tuamu ataupun terhadap kaum kerabatmu” (QS An-Nisa 135).

 

Ayat itu menggambarkan bagaimana berlaku adil, yaitu menyampaikan kebenaran kepada siapa yang berhak menerima melalui jalan yang paling baik (cara) dan menurut kadar yang semestinya (bijak).

 

Islam menuntut agar Mukmin menjalankan segala pekerjaan dan merencanakan seluruh amal usahanya menurut ketetapan Tuhan. Allah menghendaki adanya pemangku kekuasaan. Maka khalifah itulah naungan Allah di bumi. Sebab, dengan keadilan dan undang-undang, langit dan bumi berdiri tegak,

 

Indonesia sepanjang sejarahnya butuh pemimpin adil dan bijak menuju masyarakat madani. Segala urusan didasarkan pada prinsip Alquran dan berpangkal pokok pada keadilan. Adil dapat ditegakkan pada diri sendiri, keluarga, masyarakat, pada sesama serta lingkungan sekitar, keadaan senang dan sedih dengan menyingkirkan ambisius, luapan nafsu serta rasa takabur.

***

 

Pada suatu hari datang utusan dari Azerbaijan menemui Kholifah Umar bin Khattab, kemudian Umar berkata, ”Apa maksud Anda datang ke mari.” Utusan itu menjawab, ”Amirku memerintahkan aku membawa hadiah untuk baginda.”

 

Umar bin Khattab menjawab, ”Bukalah bingkisan itu dan apa isinya? Rupanya isinya gula-gula. Tanya Umar, ”Apakah semua kaum Muslimin mendapat kiriman?”, utusan itu tertegun sejenak lalu menjawab, ”Tidak baginda, hadiah ini khusus untuk baginda.”

 

Mendengar perkataan itu merah muka Umar dengan tersenyum, dia perintahkan kepada utusan itu membawa dan membagikan kepada para fakir miskin yang ada di daerah tersebut.

 

Kata Umar, ”Barang itu haram masuk ke perutku kecuali seluruh fakir miskin menikmati barang itu dan kamu cepat2 kembali ke negerimu dan beritahukan kepada yang mengutusmu kalau ia mengulanginya akan kupecat ia dari jabatannya.” (Red: Hasanul Rizqa;  Bahan dari : Pusat Data Republika dan https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/ps0mv0458/membangun-kepemimpinan-dengan-keadilan)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code