RSS Feed     Twitter     Facebook

Radikal Bebas-Bahaya Dan Kaitannya Dengan Antioksidan

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 13 views    Font size:
Radikal Bebas-Bahaya Dan Kaitannya Dengan Antioksidan

(lifestyle.kompas.com)-“Suplemen kaya antioksidan, menangkal radikal bebas dan mencegah penuaan dini!” Kalimat promosi itu sering kita dengar, di iklan TV, iklan radio, dan promosi di medsos. Hal ini tak salah. Sebab, radikal bebas berbahaya untuk tubuh, jika jumlahnya banyak.

 

Apa itu radikal bebas? Mengapa radikal bebas berlebih berdampak buruk?

Agar mengerti definisi radikal bebas, ketahuilah struktur kimianya. Sebab, struktur kimia berkaitan  radikal bebas dan semua zat di semesta. Tiap zat di alam tersusun atas aturan dasar terkecil, yang disebut atom. Tiap atom punya inti dikelilingi elektron bermuatan negatif.

 

Kulit atom dikelilingi elektron yang berpasangan, agar atom stabil. Bila ada ketidakseimbangan pasangan elektron di kulit atom, maka atom itu tidak stabil dan mencari elektron dari atom lain. Atom ini disebut radikal bebas. Radikal bebas terlalu banyak di tubuh, memicu kondisi stres oksidatif. Stres oksidatif dapat merusak sel2 tubuh, dan berujung berbagai penyakit, serta jadi penyebab penuaan.

 

Dari mana radikal bebas berasal?

Selain alami dihasilkan tubuh, radikal bebas berasal dari luar tubuh. Produksi radikal bebas di tubuh ini, bukan tanpa manfaat. Dalam jumlah normal, radikal bebas bermanfaat. Misalnya, sistem kekebalan tubuh menggunakan radikal bebas untuk melawan infeksi. Selain itu, kita juga bisa terpapar radikal bebas dari luar tubuh.

 

Beberapa pemicunya : Asap rokok Pestisida dan zat kimia berbahaya lain Radiasi sinar matahari Gas radon, Alkohol Makanan yang digoreng, gula, dan lemak terlalu tinggi.

 

Bahaya radikal bebas

Radikal bebas banyak merusak sel, melalui proses stres oksidatif. Kerusakan ini membuat sel tidak berfungsi baik, sehingga berujung pada beragam penyakit dan gangguan medis. Beberapa penyakit yang berkaitan dengan stres oksidatif dan radikal bebas, yakni:

 

-Gangguan sistem saraf pusat, seperti penyakit Alzheimer dan jenis demensia lain :

-Penyakit jantung karena tersumbatnya pembuluh darah

-Penyakit autoimun : Rheumatoid artritis Kanker

-Penurunan kemampuan penglihatan, seperti penyakit katarak

-Penyakit diabetes

-Penyakit yang mengiringi proses penuaan, seperti penyakit Huntington dan Parkinson.

-Aterosklerosis, atau penyempitan pembuluh darah arteri akibat penyumbatan plak

-Tekanan darah tinggi

 

Selain memicu penyakit2 di atas, radikal bebas berkontribusi pada penuaan kulit. Paparan radikal bebas membuat kolagen jadi lemah, sehingga membentuk keriput di kulit. Tak heran, banyak iklan produk atau suplemen kecantikan mengklaim dapat menangkal radikal bebas serta mencegah penuaan dini.

 

Radikal bebas dan antioksidan

Melawan radikal bebas berlebihan itu, ada molekul yang dapat menetralkannya. Ini disebut molekul antioksidan. Istilah antioksidan sering disebut dalam iklan2 produk kecantikan. Antioksidan merujuk pada sifat molekul, yang bisa menangkal radikal bebas. Seperti radikal bebas, molekul antioksidan juga ada yang berasal dari tubuh, dan yang muncul dari luar.

 

Molekul antioksidan dari luar tubuh, berasal dari makanan2 sehat. Banyak jenis molekul antioksidan, tersebar di makanan2. Beberapa familiar, misalnya vit-A, vit-C, dan vit-E. Masing2 molekul antioksidan memiliki manfaat tersendiri, yang tak bisa ditukar dengan molekul lain. Sehingga, kita dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat bervariasi.

 

Kelompok2 makanan kaya molekul antioksidan, adalah sayur2an, buah2an, kacang2an, bawang putih, kayu manis, dan teh hijau. Kita juga bisa mengoptimalkan fungsi antioksidan itu, dengan bergaya hidup sehat. Gaya hidup sehat misalnya:

 

-Menggunakan tabir surya, yang dapat menangkal UVA dan UVB (broad spectrum)

-Menghindari rokok dan paparan asap rokok

-Mengurangi konsumsi alkohol

 

-Berolahraga dan melakukan aktivitas fisik lainnya

-Menghindari paparan gas atau zat kimia berbahaya

-Tidur dan istirahat cukup

 

Walau begitu, konsumsi antioksidan berlebih tidak disarankan, karena dapat jadi bumerang bagi tubuh. Sehingga, jika tidak ada keadaan memaksa, hindarilah konsumsi suplemen antioksidan berdosis tinggi.

(Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Radikal Bebas, Bahaya, Penyebab, dan Kaitannya dengan Antioksidan”, Editor : Wisnubrata; Cuplikan dari : +SahatQ dan https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/12/093800720/radikal-bebas-bahaya-penyebab-dan-kaitannya-dengan-antioksidan)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code