RSS Feed     Twitter     Facebook

BRI Terapkan Cloudera Enterprise Percepat Inklusi Keuangan

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 8 views    Font size:
BRI Terapkan Cloudera Enterprise Percepat Inklusi Keuangan

(indotelko.com)-JAKARTA; Cloudera baru2 ini mengumumkan PT BRI bank BUMN terbesar di Indonesia, telah menerapkan Cloudera Enterprise, memanfaatkan kekuatan data mereka sehingga dapat menyajikan layanan lebih baik bagi konsumennya dan mengakselerasi inklusi keuangan di Indonesia.

 

Memperkuat platform big data perusahaan via solusi Cloudera, lembaga keuangan itu memperluas basis pelanggan dan meningkatkan kemampuan pendeteksian penipuan via teknologi pembelajaran mesin. Bank ini memiliki spesialisasi pinjaman keuangan mikrodan melayani 30an juta klien ritel di lebih dari 4.000 cabang, unit, dan pos pelayanan pedesaan di Indonesia.

 

Guna menumbuhkan bisnisnya, BRI memanfaatkan nilai seutuhnya dari data pelanggan, tidak hanya untuk mempertahankan pelanggan, tapi juga mendapat pelanggan baru. Besarnya data pelanggan mengharuskan BRI memulai misi mendigitalisasi kegiatan operasional dengan menerapkan platform pengelolaan data modern yang skalabel, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Dengan mengganti sistem lama mereka dan beralih ke Cloudera Enterprise, BRI mampu menganalisis data historis yang terkumpul 5 tahun dan memakai info yang dihasilkan untuk meningkatkan sistem penilaian kredit mereka. Informasi yang dihasilkan juga menyingkapkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku pelanggan.

 

Berbekal pengetahuan itu, BRI kini dapat mendorong penjualan yang lebih besar melalui layanan cross-selling dan upselling yang paling relevan bagi setiap pelanggan yang ada. Ini wujud komitmen BRI yang sejalan dengan Visi Go Digital 2020 yang dicanangkan pemerintah dan berfokus pada percepatan tingkat inklusi keuangan di Indonesia.

 

Sebelumnya, BRI mendistribusikan pinjaman secara tradisional yang sering menyita waktu dan proses panjang. Ini penghambat dalam mendorong tingkat inklusi keuangan. Dengan mengadopsi pendekatan berbasis data dan menerapkan pembelajaran mesin, BRI mampu meningkatkan penyerapan pinjaman digital dan mengembangkan tingkat produktivitas dalam pemrosesan pinjaman kredit hingga 50%.

 

Sehingga mengurangi waktu yang diperlukan dari 2 minggu jadi 2 hari. Menurut laporan Global Findex Database 2017, hampir 50% orang dewasa di Indonesia kini punya rekening bank. Ini kemajuan yang  dicapai negara dalam mendorong inklusi keuangan. Dan BRI akan semakin mempersempit kesenjangan inklusi keuangan ini dengan memberi akses besar pada pinjaman bank secara digital via aplikasi.

 

Dari sisi keamanan data, BRI  baru2 ini memulai proyek percontohan meningkatkan Fraud Detection System(Sistem Pendeteksian Penipuan). Cloudera Data Science Workbench untuk mengembangkan model pembelajaran mesin untuk pendeteksian penipuan dengan memanfaatkan data dari beberapa set data.

 

Model ini diterapkan dan bekerja secara real-time, menerapkan HBase sebagai penyimpanan data di backend. Dengan Fraud Detection System baru dikembangkan ini, BRI mampu memroses dan mendeteksi penipuan real time dengan menyoroti anomali yang ditemukan dalam berbagai peristiwa yang terjadi di beragam touch points para pelanggan, seperti di mesin ATM dan portal internet banking.

 

Dikatakan Direktur TI dan Operasional BRI Indra Utoyo, pihaknya berkomitmen melayani terus-menerus menjawab permintaan pelanggan sekaligus mengurangi risiko. “Platform Cloudera yang aman, skalabel, dan sesuai ketentuan, telah memberdayakan kami untuk menganalisis volume data yang besar, yang memungkinkan kami membuat keputusan berdasar info”

 

“Ini mengurangi tingkat kehilangan jumlah pelanggan, meningkatkan wallet share, dan mencegah penipuan dengan lebih baik. Kami pilih Cloudera karena referensi yang kuat di pasar Indonesia dan dukungan teknis yang tangguh yang diberikan oleh tim lokal dan global mereka,” katanya.

 

VP for Asia Pacific and JapanCloudera Mark Micallef menegaskan, agar tetap jadi yang terdepan dalam kompetisi, bank2 butuh analitik dan pembelajaran mesin untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh mengenai pelanggan mereka guna menghadirkan penawaran yang lebih terpersonalisasi, mentaati ketentuan yang berlaku, serta mengurangi risiko.

 

“Kami senang membantu BRI dalam meraih peluang2 pertumbuhan baru dan menghadapi tantanga2n bisnis yang kompleks,” tegasnya. (sg; Bahan dari  : https://www.indotelko.com/read/1543797960/bri-berapkan-cloudera-enterprise-percepat-inklusi-keuangan-di-indonesia)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code