Opini dan sukses bisnis

9 Brand Fashion Yang Bangkrut Tahun 2019(2/3)

(wolipop.detik.com)- 4-Forever 21

Pada September 2019, Forever 21 mengumumkan kebangkrutan setelah berdiri 35 tahun dan akan menutup 178 dari 800 toko yang tersebar di berbagai wilayah Amerika Serikat. Forever 21 merupakan perusahaan ritel yang bermarkas di Los Angeles dan didirikan sejak 1984.

Pernah merajai pasar fast fashion dunia, Forever 21 sempat memiliki 800 toko di 57 negara. Namun saat ini, per 2019 – 2020, toko offline-nya tinggal 623 yang tersebar di 40 negara.

 

5-Payless

Pada Februari 2019, Payless menutup semua gerainya di Amerika Serikat dan Puerto Rico. Sebanyak 2.100 toko berhenti beroperasi mulai Maret 2019. Dilansir CNBC, kebangkrutan terjadi karena Payless memiliki utang sekitar USD 470 juta (Rp 6,6 triliun).

Payless pertama kali juga pernah mengajukan pailit pada April 2017, dan menutup hampir 700 toko. Kebangkrutan tersebut membuat 16 ribu pegawai dari ritel sepatu yang telah berbisnis selama 63 tahun itu kehilangan pekerjaan.

 

6-Diesel

Brand fashion Diesel yang terkenal dengan produk denim dan jeans menyatakan kebangkrutan Chapter 11 pada Maret 2019. Perwakilan Diesel Mark Samson mengatakan bahwa brand asal Amerika Serikat itu tidak akan tutup, namun mengurangi sejumlah tokonya.

“Diesel USA tidak ada rencana untuk tutup, tapi berencana menutup 28 tokonya,” katanya seperti dikutip dari Reuters.

Diesel mengajukan kebangkrutan karena mengalami kerugian yang besar. Akibat dari penurunan penjualan, sewa yang mahal dan penipuan cyber.

 

(hst/hst; Hestianingsih; Bahan dari : https://wolipop.detik.com/fashion-news/d-4841795/9-brand-fashion-yang-bangkrut-sepanjang-2019?tag_from=wpm_cb_lifestyle_3&utm_source=detik.com&utm_medium=referral)-FatchurR * Bersambung…….

*** Anda memiliki suatu bisnis, waspadalah terhadap desrupsi bidang perdagangan. (FR)

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close