Psikologi

Bayar Penghapus Yang Dooeloe Dicurinya Balasan Pemilik Toko Bikin Haru

(merdeka.com)- Masa kecil jadi masa menyenangkan untuk belajar dan bermain. Masa kecil pun jadi masa seseorang dapat banyak pengalaman berharga yang didapat saat berusia anak-anak.

 

Seperti nilai-nilai sosial dan kejujuran. Seperti cerita seorang lelaki 23 tahun dari Negeri Jiran Malaysia ini. Berikut ulasan lengkapnya:

 

Mencuri penghapus diusia 8 tahun

Melansir dari Worldofbuzz, lelaki asal Malaysia yang saat ini usia 23 tahun, pernah mencuri penghapus ketika berusia 8 tahun. Ia mencuri di sebuah toko kelontong.

 

Datang ke Toko yang dulunya dicuri

Setelah usia 23 tahun, pria ini merasa bersalah terhadap yang telah ia lakukan. Lalu Ia pergi ke toko kelontong yang dulu ia curi untuk memberikan surat permintaan maaf bersama dengan uang RM50.

 

Beri surat untuk pemilik Toko

Dalam surat tersebut, ia memulainya dengan permintaan maaf karena tidak memberikan surat kepada pemilik toko secara langsung karena ia malu dan takut. Kemudian ia mulai bercerita.

 

“15 tahun lalu ketika berusia (8), saya ambil penghapus dari toko Anda. Saya mohon maaf telah berbuat demikian. Kini saya bayar yang saya pernah curi dari toko ini. Maaf terlambat bayar karena saya pindah sejak usia (10). Saya harap Anda memaafkan saya. Saya mohon maaf dan saya bayar apa yang telah saya ambil dari toko. Saya minta maaf. Terima kasih. Saya harap Anda dapat memaafkan saya.”

 

Bayar penghapus yang dulu dicurinya

Tak hanya memberi surat, tapi juga berisi uang RM50 di dalamnya. Sebelumnya, saat Bapak Chee ke dalam, lelaki itu mengikutinya dan bertanya apakah dia penjaga toko yang sama di tahun 2004. Bapak Chee menjawab iya. Lelaki (23) itu menyerahkan amplop padanya dan meminta untuk membacanya setelah ia pergi.

 

Pemilik Toko mengapresiasi

Bapak Chee membuka amplop dan membaca surat itu dan ia tersentuh. Bapak Chee memaafkan pria itu dan menghormati yang telah ia lakukan. “Karena ini cerita positif, saya putuskan menampilkan surat itu di konter agar dibaca pelanggan,dengan harapan menyampaikan pesan kita harus bertobat dari kesalahan masa lalu kita,” dikutip dari Worldofbuzz.

 

(add; Addina Zulfa Fa’izah; Bahan dari : https://www.merdeka.com/trending/pria-ini-bayar-penghapus-yang-dulu-dicurinya-balasan-pemilik-toko-bikin-haru.html)-FatchurR *

*** Bagaaimana dengan pengalaman kecil Anda? (FR)

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close