Psikologi

Jam Kehidupan

Jam Kehidupan Hanya Diputar Satu Kali Saja.Tak Seorangpun sanggup mengatakan kapan jarum jam ini akan berhenti. Mungkin satu jam lagi. Mungkin besok. Mungkin bulan depan. Mungkin tahun depan.

Sekarang, adalah satu-satunya waktu yang kita miliki.

 

Manfaatkan hidup ini. Sediakan waktu untuk Allah Semata dan Sisipkan Waktu Untuk Sesama. Bekerjalah sungguh-sungguh. Jangan pernah berkata, “Besok masih ada waktu, aku bisa melakukannya besok.” Karena setiap saat jarum jam itu dapat berhenti.

 

Saat ini kita masih menginjak tanah, mungkin esok kita yang diinjak. Jangan bangga dengan handphone canggih, karena alat komunikasi yang bisa menyelamatkan kita hanyalah DOA. Jangan bangga dengan rumah mewah, karena rumah terakhir kita di dunia adalah KUBUR.

 

Jangan bangga dgn gelar, karena gelar kita yang terakhir adalah Almarhum/ah.

Jangan bangga dengan wajah yang cantik/tampan, karena wajah kita yang terakhir adalah TENGKORAK.

Jangan bangga dengan mobil mewah, karena mobil terakhir kita adalah MOBIL JENAZAH.

Jangan sombong dengan tempat tidur nyaman, karena tempat tidur kita yang terakhir Beralaskan Tanah.

 

Waktu sedang  “Jaya”,  kita merasa banyak teman di sekeliling kita

Waktu sedang  “Berkuasa”,  kita percaya diri melakukan apa saja

Waktu sedang  “Tak Berdaya”,  barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang ada

 

Waktu  “Jatuh”,  kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang memperalat dan memanfaatkan kita

Waktu sedang  “Sakit”,  kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting,  jauh melebihi harta

Manakala  “Miskin”,  kita baru tahu  jadi orang harus banyak memberi/menderma dan saling membantu

 

Masuk  “Usia Tua”,  kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan

Saat  “di Ambang Ajal”,  kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia sia

Hidup tidaklah lama.

 

Sudah saatnya kita bersama sama membuat Hidup Lebih Berharga :

Saling menghargai, Saling membantu, Saling memberi, Saling mendukung, dan Saling mencintai

Jadilah teman setia tanpa syarat Tunjukkanlah bahwa kita masih mempunyai Hati Nurani yang tulus

Apa yang ditabur itulah yang akan dituai

 

Allah tak pernah menjanjikan : langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar

Tapi ketahuilah bahwa Allah : Selalu memberi pelangi di setiap badai.

Memberi senyum di setiap air mata.

Memberi kasih sayang dan berkah di setiap cobaan, danJawaban di setiap doa.

 

Hidup Bukanlah suatu tujuan,  melainkan sebuah perjalanan

Indahnya hidup bukan karena banyak orang mengenal kita,  banyaknya orang yang bahagia karena kita.

 

Jangan pernah menjadi  “gunting”. Karena gunting bisa  memotong sesuatu menjadi terpisah,  jadilah “jarum”,  meskipun tajam tetapi bisa menyatukan apa yang sudah terpisah.

 

Semua kebanggaan dan kenikmatan itu hanyalah Sementara.

Teruslah dan berbuat kebaikan bagi sesama, agar waktu kita tidak terbuang sia-sia.

Semoga semua makhluk ciptaan dapat mencapai tujuan akhir, tanah air surgawi yang kekal.

(Ganjar Nugraha; dari GWA sebelah)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close