Psikologi

Sambal Judes Cita Rasa Pedas Surabaya Untuk Indonesia

(jatim.sindonews.com)-SURABAYA; Kota Pahlawan dikenal dengan olahan sambal yang menembus banyak kenangan di lidah. Pedas yang mewakili panasnya kota ini menjadikan olahan sambal selalu menempati citarasa tersendiri bagi warga dan pelancong yang datang ke Surabaya.

Sambal di Surabaya berjalan menemukan citarasa yang selalu berbeda tiap tahunnya. Tak hanya pedas dan cetar di lidah, sambal yang disajikan kini berhubungan dengan kreasi olahan yang gurih yang bisa memanjakan lidah sebagai teman makan yang mengugah selera.

Kehadiran sambal tak hanya sekedar pelengkap di meja makan. Sambal kini jadi teman harian untuk menyempurnakan berbagai varian makanan ringan. Perannya jadi cocolan keripik, kerupuk sampai olahan makanan ringan lain yang terasa kriuk di mulut.

 

Deny Wijayanti (41), warga Balongsari IV Surabaya mencoba memberi kombinasi tepat untuk memunculkan citarasa sambal. Cabai merah yang diolahnya tak dibiarkan sendiri. Dia menemaninya dengan bawang merah untuk menciptakan sambal yang gurih dengan mengedepankan citarasa tinggi.

“Saya memasukan cumi-cumi dan ikan teri untuk menciptakan rasa lebih gurih” kata Deny, (8/3/20). Kehadiran cumi dan teri yang membaur jadi satu dengan bawang dan cabai memunculkan taste beda dari sekedar sambal. Pecinta sambal tetap suka menjadikannya teman setia ketika menyantap hidangan utama dan mereka juga suka dengan rasa gurih dan lembut yang didapat dari cumi dan teri.

“Awalnya dulu membuat sambal karena banyak permintaan teman. Mereka kenal Surabaya dengan sambal enak dan terkenal pedasnya” katanya. Berangkat dari sana, Deny pemilik Payupayu Surabaya mulai mencoba untuk membuat kombinasi sambal yang unik. Dia tak mau hanya bermodal pedas saja untuk bisa menciptakan citarasa sambal.

Perburuan dilakukan. Berbagai bahan dicoba untuk menemukan citarasa yang tepat di olahan sambal. Apalagi selera makanan orang Indonesia suka pada hal-hal baru yang bisa memanjakan lidahnya.

Hobinya yang suka jalan-jalan ke berbagai tempat di Indonesia menuntunnya menemukan olahan cumi dan teri yang bisa dikombinasi dengan bahan dasar sambal. Rasa yang tak biasa tercipta menemani selera makan orang Indonesia. “Tantangan saya waktu itu menemukan cara untuk bisa membuat sambal awet dan tahan lama,” jelas dia.

Tantangan itu jadi fokus karena banyak temannya dari luar kota berjarak tempuh lama. Dia tak mau sambal buatannya sia-sia karena jarak pengiriman. Potongan puzzle yang dicari akhirnya ditemukan saat dirinya banyak berbincang dan ikut pelatihan di Sampoerna Entrepreneurship Training Centre (SETC).

Selama pelatihan dia dapat pendampingan mengenai cara agar produknya tetap bisa dikirim ke luar kota tanpa harus pakai pengawet. “Prinsip saya waktu itu tanpa  pengawet, biar kandungan gizinya tetap terjaga,” kata dia.

Selain itu, dia juga dapat banyak masukan tentang produk kemasan. Ia akhirnya menemukan kemasan kecil di dalam botol yang bisa dipakai menampung Sambal Judes miliknya. Desain kertas yang melingkar di tutup botol dan beberapa bagian tubuh sambal menjadi lebih enak dipandang.

SETC ini pusat pelatihan kewirausahaan PT HM Sampoerna Tbk yang  melatih pelaku UKM untuk dapat mengembangkan bisnisnya. Pusat pelatihan kewirausahaan terpadu itu berlokasi di Pasuruan, Jatim  yang diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia yang diajak dalam pelatihan UKM di fasilitas ini.

Dari pelatihan oleh SETC, banyak masukan yang akhirnya memuluskan langkahnya mengembangkan Sambal Judes miliknya. Dia mulai membaca peluang pasar para pecinta sambal di Indonesia.

Pembuatan kemasan unik itu berbuah manis. Berbekal pelatihan dan pendampingan SETC, kini produk sambalnya dapat dinikmati hingga luar kota Surabaya. Ian mengaku produknya kian dikenal setiap harinya. “Syukurlah ada peningkatan terus tiap bulannya,” jelas dia.

 

(nth;  Aan Haryono; Bahan dari : https://jatim.sindonews.com/read/25780/3/sambal-judes-cita-rasa-pedas-surabaya-untuk-lidah-indonesia-1583669009)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close