Psikologi

Surat Keterangan Sakit Dari Doter

(Catatan seorang dokter, kisah nyata)-Hari itu, pasien non-stop dari pagi sampai siang. Jelang siang, kupanggil seorang ibu masuk ke ruang periksa. Berbagai keluhan yang dirasakannya dan hasil pemeriksaan mengarah ke vertigo

 

“Ibu harus bed-rest dulu, jangan terlalu banyak aktivitas.”

Ibu tadi mengangguk lemah. Tidak ada yang mengantarkannya siang itu.

Selang satu pasien, ibu itu kembali masuk ke ruanganku, sambil berkata :

“Dok, maaf, apakah saya boleh minta surat keterangan sakit?” ujarnya sambil bergetar.

 

Aku terpana. Usia ibu sudah 64 tahun. “Ibu masih aktif bekerja?” tanyaku.

Ibu itu duduk di depanku. “Saya tinggal menumpang di rumah menantu saya, Dok. Kalau saya yang bilang, khawatir menantu saya tidak percaya. Jadi mohon buatkan surat keterangan sakit ya” ujarnya sambil mengusap ujung matanya yang menggenang.

 

Aku tertohok dan tercekat. “Ibu yang mengerjakan semua pekerjaan rumah, Bu?

“Anak dan menantu saya kerja, Dok. Karena menumpang, saya tahu diri harus membantu mereka.

Anak saya baik. Menantu juga,” tuturnya mulai berlinang air mata, “hanya karakter orang beda-beda”

 

Aku pegang kedua tangannya, sambil menahan diriku agar jangan ikut menangis. “Ibu yang sabar ya.”

Ya Tuhan, aku tak tahu hiburan apa lagi yang bisa diberikan pada ibu yang minta Surat Keterangan Sakit, agar dapat beristirahat di rumah anaknya sendiri

 

Di usia saat ibu-ibu lain senang menghadiri berbagai rekreasi…, reuni bersama teman-temannya, atau jalan-jalan ke tempat wisata. Rasanya tercabik-cabik hatiku. Aku berikan Surat Keterangan Sakit 3 hari, sekaligus pernyataan agar ibu ini diperkenankan istirahat.

 

Kupeluk dia sebelum pulang. “Semoga Ibu diberikan kekuatan dan kesabaran.”

Kedua tangan ibu memelukku erat, menggenggam tanganku, dan mengucapkan terima kasih.

Aku lemas, dan tiba-tiba teringat mama. Ya Tuhan,  aku belum sempat membahagiakan keduanya saat di dunia ini

 

Perenungan

IBU adalah sosok yang takkan mampu kita membalas segala jasanya, bahkan dengan dunia dan seisinya.

Saat _kedua orang tua_ kita masih ada, sayangilah keduanya.

 

Semoga tak akan ada lagi hari, aku bertemu seorang ibu yang meminta Surat Keterangan Sakit untuk diberikan pada anaknya. (Bahan  dari : Grup WA sebelah)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close