Opini dan sukses bisnis

Bertanam Solusi Penghasilan Di Tengah Pandemi

(beritasatu.com)-JAKARTA; Ahli pertanian Anton Apriyantono mengatakan, bertanam jadi solusi mendapat penghasilan di tengah pandemi khususnya bagi pekerja di Jabodetabek yang terpaksa harus dirumahkan dulu.

 

Sesuai konsep dari pertanian perkotaan (urban farming) sebenarnya bisa dapat penghasilan tambahan dari bertanam sayuran, bahkan bisa dikombinasikan dengan berternak ikan jenis lele dan nila.

 

“Sebaiknya bertanam sayur karena masa panen lebih cepat dan pemeliharaan lebih mudah,” katanya, (2/6/2020). Bertanam sayuran tak butuh lahan luas bahkan di pekarangan rumah juga bisa sehingga ideal untuk kawasan Jabodetabek. Untuk skala komersial butuh lahan minimal 1.000m2 yang ada di dapat di Jabodetabek dengan memanfaatkan lahan tidak terpakai.

 

“Sebelum memulai urban farming agar dihitung biaya-biayanya mulai dari sewa lahan, tenaga kerja, benih, pupuk, termasuk penggunaan listrik untuk pompa air,” imbaunya.

 

Masuknya era normal baru, sektor pertanian diharapkan jadi jaring pengaman sosial mengingat pelatihannya tidak sulit namun berdampak besar. Jabodetabek jadi percontohan pertanian perkotaan meski di lahan yang sempit namun dengan optimalisasi akan memberikan panen yang melimpah.

 

“Kuncinya tekun dan mau belajar cara bertani,” kata Anton. Salah satu urban farming, diaplikasikan pekerja pariwisata yang kehilangan penghasilan selama pandemi ini karena hotel tempat kerjanya tutup. Contoh, akademisi dari Fakultas Pertanian Udayana Ni Wayan Sri Sutari yang menyebutkan, ada 10 pekerja pariwisata yang kini beralih jadi petani sayuran.

 

“Benar awalnya mereka berkerja sebagai chef, bartender, dan pemandu pariwisata namun mereka libur dulu karena hotelnya tempat berkerja tutup sementara” katanya.

 

Para pekerja pariwisata ini dapat pelatihan budidaya hortikultura dengan benih cap Panah Merah yaitu produksi PT East West Seed Indonesia (Ewindo) seperti Pokcoy varietas Nauli F1, Sawi varietas Shinta, Bayam varietas Maestro, Bayam merah Mira.

 

Konsepnya urban farming karena memanfaatkan lahan kosong seluas 2.000 m2 di tepi Jalan Danau Tempe Denpasar Selatan. Menurutnya, cara yang sama dapat diterapkan bagi pekerja yang kehilangan mata pencahariannya akibat wabah Covid-19 di Jabodetabek.

 

(Lona Olivia; MPA; Bahan dari : BeritaSatu.com dan https://www.beritasatu.com/bisnis/640101/bertanam-jadi-solusi-penghasilan-di-tengah-pandemi)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close