Psikologi

Tentang Kartu Kredit

Semua tahu tentang kartu kredit, namun tidak semua pensiunan memilikinya, mungkin karena tidak mampu atau karena takut. Rasa takut ini muncul bila kita belum mengenal sepenuhnya fungsi dan manfaat kartu kredit. Mari kita kenalinya

 

Kartu kredit (KK) adalah kartu pembayaran yang diterbitkan lembaga keuangan atau bank sebagai alat pembayaran. KK membolehkan pemiliknya membayar barang dan jasa atas kesepakatan, pemilik berjanji melunasinya. Bank penerbit menentukan batas kredit maksimal yang dapat “dipinjam” untuk berbelanja atau ditarik tunai jika perlu. Dengan KK, pemilik dimungkinkan menunda pembayaran (berutang), tetapi dengan konsekuensi akan dikenakan bunga.

Penggunaan KK sangat mudah. Tinggal menyerahkan KK kepada kasir saat membayar pembelanjaan. Yang terpenting diingat, ketika transaksi pembayaran dilakukan, Anda setuju membayar “utang” itu kepada bank penerbit kartu. Hal ini ditandai dengan tanda tangan Anda di bukti pembayaran.

 

Keuntungan KK terutama kenyamanan, tidak perlu membawa banyak uang tunai, dan keleluasaan menunda pembayaran. Biasanya KK memberi reward points atas setiap transaksi yang dilakukan, yang bisa diubah jadi diskon. KK biasanya menyediakan potongan harga di toko atau restoran tertentu.

 

Namun saat ini masih saja ada yang terjebak paradigma yang salah tentang KK sehingga ia terjerat utang berkepanjangan. Agar tak salah langkah, pahami dulu dasar KK di bawah ini:

a)        Kartu kredit hanyalah alat pembayaran tanpa uang tunai dan untuk menunda pembayaran

b)        KK tidak memberikan tambahan uang, sehingga berbelanja harus dibatasi

c)         KK bukan pengganti uang tunai, karena setiap kali dipakai harus dibayar sebelum jatuh tempo

d)        Anda akan dikenakan bunga bila hanya membayar tagihan minimum

e)        KK bukan alasan untuk bergaya dan modern. Pemakaiannya disesuaikan dengan kebutuhan.

 

Setelah paham, dibutuhkan langkah bijak penggunaanya. Beberapa tips penggunaan KK :

a)        Miliki tujuan jelas memiliki KK, misalnya sebagai pos darurat, untuk membeli kebutuhan liburan (tiket pemesanan hotel atau pesawat), berbelanja online, atau berhemat makan di luar rumah.

b)        Miliki maksimum 2 kartu (Visa dan Mastercard). Lebih baik dari 2 penerbit berbeda yang memiliki benefit paling banyak dan bagus.

c)         Batasi pemakaian maksimal 30% dari pemasukan bulanan, sehingga kalau terjadi sesuatu akan sanggup dilunasi.

d)        Lunasi tagihan setiap bulan, jangan hanya membayar nilai minimumnya. Bayarlah sebelum waktu jatuh tempo agar tidak terkena bunga (3,5% per bulan = di atas 40% setahun) dan denda.

e)        Tarik tunai hanya jika benar-benar terpaksa.

 

Kartu kredit idealnya digunakan untuk berbelanja bulanan, membayar berbagai tagihan, membayar makan di restoran, pemesanan hotel, rumah sakit, dan lain-lain, dengan catatan Anda sudah memiliki uang untuk melunasinya atau Anda sudah mengetahui dari mana sumber uang untuk melunasinya.

Pergunakan kartu kreditmu dengan bijak. (BRX, bahan dari Purwanti Wulandari; Independent Financial Planner QM Financial; www.qmfinancial.com)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close