P2Tel

Penipuan pesan singkat

Biaya interkoneksi adalah biaya yang dibebankan pada operator akibat adanya sambungan antaroperator yang berbeda. Biaya dibebankan pada operator asal panggilan oleh operator tujuan panggilan. Artinya, si pelangganlah yang terbebani biaya interkoneksi itu. SMS berbasis biaya interkoneksi ini memang diharapkan bisa meredam beredarnya spam (sampah) SMS karena pengirim SMS akan dibebani biaya ini. Namun, nyatanya, spam SMS tetap saja marak.

Korban yang tertipu spam SMS juga masih banyak. Bisa dibilang, operator dan regulator telekomunikasi telah gagal membendung spam SMS yang merugikan konsumen ini. Peredaran spam SMS yang tidak penting dan mengganggu kehidupan pelanggan seluler belakangan ini kian dikeluhkan pelanggan.

Pelanggan sering kecele, ternyata SMS yang masuk adalah spam yang tidak berguna. Spam SMS berupa penawaran produk gadget, pinjaman uang, meminta dikirimi pulsa, pemintaan transfer uang, dan penawaran layanan suara mesum kini kian marak. SMS itu, selain dapat memicu konflik di keluarga, bersifat menipu karena menggiring pelanggan untuk menelepon ke nomor premium yang mahal dan menyedot pulsa.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan SMS bernada mesra menggiring orang untuk menelepon ke nomor premium. Banyak kasus menyebutkan pulsa penelepon tersedot karena tidak mengetahui bahwa nomor yang dihubungi merupakan nomor premium yang dulu pernah dengan bebas diiklankan di televisi.

“Biasanya nomor sasaran dipilih secara acak dengan harapan ada yang terkena jerat modus tersebut,” kata dia di Jakarta, belum lama ini. Peredaran spam SMS diakui oleh operator seluler cukup mengganggu pelanggan. Masalahnya, bukan hanya pelanggan yang dirugikan, namun juga operator seluler itu sendiri.

Oleh para spammer, nama operator dicatut dengan penipuan model phising, yaitu SMS mengarahkan pelanggan ke laman tertentu. Pada laman tersebut, calon korban disebutkan mendapatkan hadiah dari perusahaan tertentu. Korban yang kurang kritis bisa saja tertipu karena ulah penjahat dan salah satu operator yang dimanfaatkan oleh pelaku phising adalah Telkomsel yang memang selama ini menawarkan hadiah undian.

Head of Corporate Communication Group Telkomsel, Adita Irawati, mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia agar berhati-hati terhadap maraknya spam SMS penipuan atas nama Telkomsel. Pasalnya, perusahaan itu sering dijadikan sarana menipu sebab Telkomsel menawarkan undian berhadiah kepada pelanggannya.

Sistem Khusus
Sementara itu, XL berusaha membendung spam SMS yang marak di jaringannya akhirakhir ini. Operator itu menggunakan sistem antispam yang mulai diaktifkan beberapa hari lalu. Metode pemblokirannya adalah dengan membatasi jumlah SMS yang dapat dikirim oleh seseorang. Yang diblokir adalah layanan SMS yang dikirim dalam jumlah banyak dan di luar kewajaran.

Vice President Corporate Communication XL, Turina Farouk, menjelaskan cara pemblokiran itu adalah dengan memantau tingginya frekuensi pengiriman SMS dalam jangka waktu tertentu. Sebuah nomor yang mengirimkan SMS berlebihan dianggap sebagai spam dengan batas minimal 360 SMS per jam. Perangkat antispam selanjutnya akan memblokir layanan SMS dan tidak meneruskan SMS yang dikirim atau blok atas layanan SMS.

“Hal ini didasarkan pada peraturan menteri yang mewajibkan operator untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Turina, Kamis (28/3). Bagi XL, tidak wajar pelanggan perorangan dalam satu jam mampu mengirimkan SMS di atas 360 kali ke nomor yang berbeda dalam jumlah yang banyak, kecuali SMS dikirimkan melalui mesin untuk konten yang sama dan ditujukan ke banyak nomor secara acak.

Jumlah di atas 360 dijadikan batasan minimal XL dengan pertimbangan kecil kemungkinan pelanggan perorangan mampu mengirimkan pesan personal kepada pemilik nomor yang dikenal dan mengenalnya dalam waktu sekejap. Pemblokiran terbatas untuk layanan SMS-nya.

Pelanggan yang nomornya diblokir dapat menggunakan kembali fasilitas SMS-nya setelah memberikan dan menandatangani pernyataan tertulis bahwa tidak akan lagi mengirimkan SMS ke banyak nomor secara tidak wajar. Jika nomor yang fasilitas SMS-nya telah dapat digunakan kembali tersebut diketahui kembali digunakan untuk mengirimkan SMS ke banyak nomor secara tidak wajar, XL berhak mematikan nomor tersebut secara permanen.

Sementara nomor yang terbukti melakukan SMS penipuan akan diblok permanen sesuai dengan parameter yang diberlakukan di XL. Sama dengan XL, Indosat juga memblokir spam SMS yang dikirimkan dalam jumlah banyak ke pelanggan. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Indosat, Adrian Prasanto, mengatakan sistem blokir yang dilakukan Indosat diklaim dapat mengurangi terjadinya spam SMS.

“Indosat ada sih mekanisme blokir SMS spam,” kata dia, Senin (1/4). Sama dengan sistem yang dipakai XL, Indosat melakukan pemblokiran pada SMS yang dikirim dalam jumlah banyak oleh nomor individu, bukan perusahaan atau korporasi yang memang menawarkan mobile advertising. Pengiriman SMS dalam jumlah banyak inilah yang ditengarai merupakan spam SMS sehingga perlu diblokir agar tidak sampai ke penerima. (hay/E-6; http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/116239)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version