P2Tel

Kapan kita bisa tertib antri

Luar biasa hebat falsafah “Antri” yang diajarkan kepada murid-murid di Australia. Begitu sederhana tetapi mencakup hampir semua aspek etika kehidupan dan pergaulan adab manusia. Kebaikan luhur dari “antri” seperti, mengelola waktu, sabar menunggu giliran, menghormati hak orang lain, disiplin dan tidak menyerobot, kreatif, bersosialisasi, tabah-sabar mengejar tujuan, tahu aturan (hukum), keteraturan, rasa malu melanggar, kerjasama, dan jujur pada diri sendiri.

Jika dihayati, maka tidak ada serobotan di jalan, melanggar lalu lintas baik menerobos lampu merah yang membahayakan maupun menyelip dan memotong kendaraan lain. Atau membuang sampah dari dari jendela mobil (yang mewah pula), membuang sampah di got, apabila ada pembagian tidak saling sodok atau injak, tidak mau menang dan benar sendiri termasuk terhadap kawan seBangsa dan se Tanah Air yang memiliki kepercayaan atau keyakinan lain dari yang dianut sendiri, dsb, bukan?

Dulu murid-murid masih diajarkan Budi Pekerti. Kabarnya akan diajarkan kembali. Ya, ya, Bangsaku memang masih harus belajar antri. (Arnold Ph.Djiwatampu)-FR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version