P2Tel

Niaga yang tidak merugi

Salah satu do’a yang sering dilantunkan saat berada di Tanah Suci (ibadah haji atau umroh) :  Wa tijaarotan lan tabuur” yang artinya “…Perniagaan yg tidak akan merugi”. Namun boleh jadi ada yang belum bisa memahaminya, juga bentuk dari perniagaan itu dalam aplikasinya.

 

Seorang sahabat setelah pensiun dan tidak bekerja lagi, ketika ditanya kegiatan yang ditekuni, jawabannya  “Sekarang saya melakkan perniagaan yg tidak akan merugi”.

“Apa ada perniagaan yg tidak akan merugi”,

Jawabnya “Saya berniaga dengan Alloh”, dia tidak mengurai lebih lanjut arti-bentuk perniagaan tsb.

Dalam tabloid Al Hikmah edisi Desember 2012, kolom Sukses Mulia ada tulisan Jamil Azzani dengan judul “Bisnis yang Dijamin Tidak Rugi”, artikel tsb dapat memberikan pencerahan yang boleh jadi ada yg ingin mengetahuinya, dan berikut sebagian artikelnya, yg diambil inti sarinya.

Dimulai berita menghebohkan salah satu perusahaan Robert T Kiyosaki bangkrut. Penulis tidak tahu pasti berita tsb benar / tidak, dan enggan mencari kebenarannya. Walau dikelola orang hebat, suatu bisnis berpeluang bangkrut dan jangan-jangan ini strategi bisnis Kiyosaki untuk meraih keuntungan.

Penulis pernah mengalami kebangkrutan semua bisnisnya dan meninggalkan hutang. Saat hati gundah, lalu mencari ketenangan hati dan belajar ke berbagai guru kehidupan dan banyak menerima nasihat. Nasihat yg membekas : Semua bisnis berpeluang rugi, hanya 3 bisnis yang tidak akan rugi selamanya.

Dalam Qur’an Surat al Fathir ayat 29 : “….Orang yang selalu membaca kitab Alloh;  mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rejeki yang Kami anugrahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak kan merugi”

Bisnis yang tidak merugi hanya 3 yaitu membaca Alqur’an, mendirikan salat dan sedekah. Jadi segeralah melakukan ketiga bisnis itu maka dijamin tidak merugi. Bisnis ini modalnya kecil, mudah melakukannya, tidak perlu studi kelayakan, tetapi dijamin tidak rugi, yang tidak mengambil bisnis ini sangat merugi.

Jika belum bisa baca Alqur’an, belajarlah segera, semakin ditunda makin rugi, konsisten sholat 5 waktu, yang butuh beberapa menit tiap salat wajib. Dan sedekahlah, tidak perlu menunggu kaya. Kecil dan rutin dan terus meningkat sedekahnya seiring dengan meningkatnya penghasilan itu jauh lebih menyelamatkan.

 

Ini bisnis yang tidak rugi, bila kita tidak ikut di dalamnya, maka itu adalah kerugian. Ketiga bisnis ini bisa dilakukan oleh siapapun, tidak perlu memiliki mental dan nyali bisnis. Jika beriman dan cerdas, maka siapapun tidak akan meninggalkannya, bahkan berlomba melaksanakannya. (Nanang H)-FR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version