P2Tel

Alarm ‘Berdarah’

Kadang tubuh memberi sinyal saat sesuatu yang tidak beres dengan kesehatan Anda. Pada banyak kasus, sinyal itu biasanya identik dengan darah. Jika Anda terluka dan mengeluarkan darah, Anda mungkin bisa segera memplester dan melupakannya.

 

Jika tanda merah itu bukan luka yang keluar darah, Anda patut waspada. Bisa jadi ada penyakit mengintai Anda. Rasanya penting mengetahui alasan mengapa darah bisa keluar dari tubuh. Keluarnya darah ada alasan di balik itu. Darah adalah sistem peringatan -seperti bendera merah-dari tubuh.

Pengetahuan mengenai mengapa ada bercak darah di kemeja, di porselen kamar mandi, atau beberapa tempat tidak pantas lainnya mungkin akan memperpanjang usia Anda.

Mata Berdarah

Menurut Annette Terebuh MD dokter mata asal Ohio, mata merah terjadi karena dua hal, pelebaran pembuluh darah atau terjadi perdarahan mata. Pelebaran pembuluh darah terjadi karena infeksi, alergi, iritasi, trauma kimia, dan trauma lain. Sedang perdarahan biasa terjadi akibat peradangan dan trauma.

 

Umumnya, yang terjadi pada kita adalah inveksi bakteri dan virus atau bentuk perlawanan tubuh pada gangguan seperti polusi, debu, asap, dan pink eye-pelebaran pembuluh darah pada selaput mata atau bagian depan bola mata.

 

Jika mata merah itu terjadi karena iritasi ringan, letakkan kompres dingin. Tapi jika tidak kunjung membaik, kunjungi dokter untuk mengetahui kondisi tersebut bagi kesehatan mata Anda. Ingat, jangan mengucek mata karena cara ini dapat mempercepat penyebaran kuman ke seluruh mata Anda.

 

Muntah Berdarah

“Muntah darah cukup sulit didiagnosa. Kejadian sebelumnya sangat penting untuk mendapatkan diagnosa yang akurat. Tapi perdarahan usus selalu merupakan hal yang besar,” terang Dr David Rothenberger di University of Minnesota.

 

“Jika Anda muntah darah, ini merupakan sinyal bahwa Anda mengalami gastritis atau radang lambung parah, radang pada usus dua belas jari, atau radang lainnya di dalam perut Anda,” tambah David.

Kencing Berdarah

Kencing berdarah (hematuria), biasanya berwarna kekuningan, tiba-tiba merah. “Ketika hematuria  disertai sakit, Anda bisa sedikit ‘lebih tenang’ karena bisa jadi masalah sederhana. Mungkin ada sesuatu yang keras-misalnya batu ginjal-yang menggesek permukaan halus jaringan ginjal,” ungkap Dr Ranjiv Sivanandan di Standford University.

 

Hematuria disertai sakit bisa berarti infeksi saluran kencing, termasuk infeksi prostat. Anda harus curiga jika hematuria itu tidak sakit. “Mungkin itu tumor, terutama usia di atas 50 tahun. Hematuria tanpa rasa sakit juga bisa menjadi indikasi adanya infeksi tuberkolosis di saluran kencing,” tambah Ranjiv.

 

Ejakulasi Berdarah

Boleh jadi hal ini tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya, tapi kenyataannya darah dalam sperma atau hematospermia cukup sering dialami kaum pria. “Jika terjadi pada pria muda, usia di bawah 40 tahun, umumnya akibat infeksi prostat,” terang Urologis, Dr Nadin Koleilat di Sanford Clinic Urology.

 

Rasa sakit muncul karena sebagian besar cairan sperma berasal dari prostat. Jadi, ketika prostat terinfeksi, wajar ketika sperma dikeluarkan akan disertai rasa sakit. Faktor lain yang bisa mengakibatkan hematospermia adalah kebiasaan bersepeda gunung atau moto cross.

 

Tapi jika berusia di atas 50 tahun sebaiknya mulai waspada karena bisa jadi ini gejala awal munculnya tumor di saluran kencing termasuk di ginjal dan prostat. (BRX-https://id.she.yahoo.com/sinyal-berdarah-di-tubuh-anda-yang-patut-diwaspadai-042951183.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version