P2Tel

Manajemen Zakat di desa

Ini adalah sajian terlambat berikutnya : Hari Raya tahun ini bertepatan musim panen padi. Halaman dan Jalan dipenuhi hamparan padi yang sedang di jemur. Ada yang menggunakan alas terpal, bilik bambu, anyaman karung plastik yang disambung-sambung, bahkan adapula yang langsung ditumpahkan ke jalan aspal. Panen yang melimpah ini membuat zakat fitrah menjadi lebih ringan bagi penduduk desa.

Mushola tempat pengumpulan dan distribusi beras, tepat dimuka halaman rumah, jadi saya sempat memperhatikan kesibukan, panitia zakat dadakan ini. Tampaknya ini kegiatan rutin, yang sudah berjalan otomatis. Pak Tanwir yang bertanggung jawab, dibantu anak muda, Taruna Karya sudah cancut, taliwondo, melaksanakan hajatan 1 tahun 1x. Ada yang menimbang, mencatat, menerima, memasukan dalam kantong plastic dan memberi tanda penerima.

Kegiatan dimulai setelah sholat Ashar. Magrib, beras terkumpul menggunung. Anak-anak muda ini dengan semangat hilir mudik mendorong pedati kecil, wira-wiri ke pelosok desa membagikan kepada para fakir miskin. Sampai selesai sholat magrib tumpukan dan bungkusan beras sudah jauh berkurang. Semua dilakukan gotong-royong dan nyaris tidak ada suara hingar-bingar. Semua berjalan otomatis.

Teman, selesailah ibadah kita Ramadhan tahun ini, semoga Allah menerima puasa kita dan mempertemukan dengan Ramadhan Agung tahun depan. Minal Aidzin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Bathin, Dosa-dosa kemarin, Mohon dimaapin, Selamat Para Pemimpin, Mengentaskan kaum miskin, Sandang, pangan, papan semua terjamin. Amin Ya Rabbal Alamin. (Plumbon, Tempel, Sleman, malam Takbir, 1435H; Sadhono Hadi; Creator of Fundamen Top40; Visit http://fundamen40.blogspot.com dan http://rumahkudidesa.blogspot.com)-FR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version