P2Tel

Ampunan Allah tiada batas

Al-qur’an Nul Karim adalah sumber Kekuatan ummat Islam dan inti semua kekuatan dan kekuasaan, seperti yang dinyatakan Allah SWT dalam firmanNya dalam QS. Al Hasyr ( 59 : 21 ) : “ Kalau sekiranya kami menurunkan Al-Quran diatas sebuah gunung, pasti kamu Akan melihatnya gunung tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah . Dan perumpamaan2 itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir “

Dalam haditsnya Rasul SAW bersabda betapa pentingnya memegangi Alqur’an sebagai pegangan hidup “Alqur’an ini sebagian ujungnya ditangan Alloh, dan ujung lain ditanganmu, maka berpeganglah kalian kepadanya “.

Dengan kekuatan Alqur’an , sebesar apapun dosa akan sirna. Rasulluloh, bahkan kebijaksanaan dan kerahimannya, tunduk dan pasrah dibawah keagungan Alloh SWT, yg di Alqur’an dengan gaung dan kasih sayangNya berkumandang abadi dan ditegaskan melalui firmanNya QS. Al Baqarah ( 2 : 222 ) : “ Allah menyukai orang –orang yang tobat dan menyukai orang –orang yang mesucikan diri

Alkisah dalam riwayat yang dijumpai pada zaman Rasulluloh, menceritakan agungnya ampunan Allah SWT terhadap dosa seorang anak muda yang kej sehingga Rasulluloh murka mendengarnya. Suatu ketika sahabat Umar Bin Khatab r.a datang kepada Rasulluloh SWT, sambil menangis ter-sedu2.
Rasulluloh heran : “ Apa yang menyebabkan engkau menangis sahabat ? Umar menjawab ; “ Di pintu rumah saya ada seorang anak muda yang menangis keras, begitu sedih tangisnya sehingga hati saya terbakar karenanya “.

Kata Rasulluloh, Coba hadapkan dia kepadaku “.
Pulanglah Umar dan membawa anak muda itu menghadap Rasulluloh. Tapi anak muda itu masih tetap saja menangis dengan sangat sedihnya.

Rasulluloh bertanya : “ Anak muda, masa depanmu masih panjang , apa sebabnya engkau menangis ? Pemuda itu berkata: “ Tangis saya adalah tangisan dosa ya Rasulluloh. Begitu besar dosa2 saya kepada Allah, dan saya takut akan murkaNya dan murka utusanNya ,

“ Rasulluloh terdiam “. Apakah engkau menyekutukan Allah dengan yang lain, Tanya Rasulluloh .
Tidak Rasulluloh. Apakah engkau membunuh seseorang tanpa hak ? Pemuda itu menggeleng . “ Kalau demikian Allah akan mengampuni dosamu meskipun besarnya memenuhi tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi, “, jawab Rasulluloh memberi harapan.

Pemuda itu berkata : “ dosa saya lebih besar dari tujuh lapis langit dan gunung2 yang tinggi, Rasulluloh . “ Dosamukah yang lebih besar atau kursi Alloh yang suci yang lebih besar ? “, tanya Rasulluloh “.
Dosa saya lebih besar, jawab pemuda itu dengan pasti.

Apakah dosamu juga lebih besar dari arassy Allah ? Saya yakin dosa saya jauh lebih besar, sahutnya dengan tersedu.
“ Apa dosamu lebih besar juga dari Allah dan kasih sayangNya. ? “ Kalau begitu ceritakan dosamu itu.

“ Saya malu kepadamu , Rasulluloh “, jawab pemuda itu sambil terisak .
“ Kenapa mesti malu kepadaku ? . Jangan punya perasaan demikian, ceritakan saja . “
Pelan2 pemuda itu mengangkat muka dan berkata. “ Wahai kekasih Allah , sejak umur tujuh tahun pekerjaan saya membongkar kuburan orang2 yang baru meninggal dan mencuri kain kafannya .

Pada suatu hari, ada seorang gadis , anak salah seorang sahabat Ansor yang meninggal. Begitu selesai dikuburkan dan di pemakaman sudah sepi, saya bongkar kuburannya, lalu saya lepas kain kafannya. Anak itu adalah seorang gadis yang sangat cantik dan nampaknya betul-betul masih perawan . Saya kembali ke kuburan, dan mayat gadis itu saya setubuhi .

Dalam keadaan seperti itu, terdengar seolah-olah gadis itu menjerit , mengoyak jantung saja. Apakah engkau tidak malu dan tidak takut kepada pengadilan Allah pada hari ketika. orang yang teraniaya dituntut atas penganiayangannya ? Betapa kejam hatimu membiarkan saya saya telanjang bulat ditengah-tengah lingkungan orang-orang yang mati. Dan kau bikin saya menanggung junub dihadapan Allah , padahal saya sudah dimandikan dan disholatkan .

“ Itulah dosa saya yang besar . Sejak hari itu saya menangis terus sampai sekarang “. Mendengar cerita itu dengan serta merta Rasdulluloh bangkit dan sangat marah. Sambil memalingkan muka dengan jijik Rasulluloh menghardik .

“ Hai pemuda fasik. Keluarlah kamu dari hadapanku . Tidak ada balasan yang setimpal bagimu, kecuali neraka “. Mendengar pengusiran Rasulluloh tersebut , pemuda itu keluar terhuyung-huyung seraya meratap. Ia berkeliaran ditengah-tengah padang pasir , tujuh hari tujuh malam tidak makan , tidak minum dan tidak tidur .

Mukanya ditelungkupkan terus nenerus , bersujud diatas pasir , baik pada hari panas maupun tatkala hawa dingin membekukan padang pasir. Dia menangis kepada Allah sambil mengadu,:

” Ya Allah, saya adalah seorang hamba yang berdosa dan bersalah besar. Saya telah datang kepintu rumah utusan-Mu, dengan harapan agar beliau sudi memberi syafaat kepada saya dihadapanmu kelak .

Namun, begitu mendengar betapa kejinya dosa-dosa saya, beliau berpaling dengan muak dan diusirnya saya mentah-mentah. Kini saya datang menghadapmu ya Allah, saya mengetuk pintu-Mu agar kau mau mengampuni dosa-dosa saya dan menerima tobat saya . Tidak putus harapan saya itu karena Engkaulah Maha Pengasih dan Maha Penyayang .

Andaikata Engkau juga tidak sudi menurunkan tirai ampunan-Mu, maka turunkanlah api-Mu itu didunia sebelum ia membakar saya diakhirat nanti.” Mendengar ratapan pemuda yang bersunggu-sungguh ini, Allah mengutus Malaikat Jibril kepada Rasullulah .

Roh kudus itu menyampaikan salam Allah kepada Rasullulah yang dijawab oleh Rasul dengan ucapan,”Huwas Salaam, wa minhus salam wa ilaihi yar’jius salaam. Dialah salam, dari padanya salam , dan kepada-Nya kembali salam,”

Allah bertanya kepadamu, Muhammad , apakah engkau yg menciptakan hamba-hamba Allah ? “, kata Malaikat Jibril. Rasullulah terkejut dan menjawab,” Bahkan sebaliknya, Allahlah yang menciptakan diriku dan menciptakan mereka .”.

“ Allah bertanya lagi, apakah engkau yang berkuasa dan memberi rezeki kepada mereka ? “. Rasullulah makin terkejut,” Sama sekali tidak. Allahlah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadaku .” Malaikat Jibril meneruskan, “ Kata Allah , apakah engkau yang menerima taubat dan menhapuskan segala kesalahan?”. Rasullulah menyahut, “ Tidak. Allahlah yang punya kuasa itu “

Malaikat Jibril lalu menyambung, “ Allah berfirman,” Telah Kukirim salah seorang hamba-Ku kepadamu, dipaparkan dosanya yang menyesal, mengapa engkau berpaling begitu menyakitkan? Bagaimana nanti seandainya datang hamba2-Ku yang lain sambil memikul tumpukan dosa mereka yang menggunung?

Engkau Ku utus agar menjadi rahmat bagi seluruh semesta alam . Jangan kauterlantarkan harapan hamba-Ku yang tergelincir kakinya karena dosa “. Mendengar teguran langsung dari Allah SWT , Rasullulah menjadi sadar akan kekeliruannya, dan sangat gembira melihat betapa betul-betul ummatnya dikasihi Allah dengan rida dan ampunan-Nya.

Lalu disuruhnya para sahabat untuk mencari pemuda itu. Setelah beberapa lama mencari, mereka mendapatkan pemuda itu bersujud dalam keadaan yang menyedihkan. Mereka memberi kabar bahwa dosanya telah diampuni. Lalu berama-ramai pemuda itu dihadapkan kepada Rasullulah .

Waktu itu Rasullulah melakukan shalat Magrib. Para sahabat termasuk pemuda itu , berbaris makmum dibelakangnya. Takkala Rasullulah membaca surat Al-Takasur, setelah Alfatihah , tiba-tiba pada ayat : “ Hatta Zurtumul Maqaabir,” terdengar jeritan dari mulud anak muda tadi. Setelah selesai sholat berjamaah, Rasullulah dan para Sahabat mengerumuni pemuda tersebut. Ternyata dia telah menghembuskan nafas yg terakhir, menghadap ke hadirat Allah SWT Yang Maha Penyayang.

Akhir kisah menurut riwayat itu, diterimalah taubat anak muda itu, dan diampuni semua dosanya.
Demikian secercah kisah seorang pemuda yang bertobat atas kesalahan yang dilakukan dan pada akhirnya mendapat ampunan tiada batas dari Alloh, SWT, yang Maha Pengasih, Maha Pemurah, Maha Penyayang, dan Maha Pengampun. (Disarikan oleh H. Moeljadi dari berbagai sumber)-FR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version