P2Tel

Atasi stress dengan bersyukur

KOMPAS.com – Kapan terakhir Anda merasa sangat stres dan benar2 larut ke situasi stres tersebut? Detak jantung meningkat, telapak tangan berkeringat dan napas jadi cepat. Semakin kita memikirkan masalah ini, makin streslah kita. Jangan khawatir, Anda tidak sendiri.

 

Semua itu adalah reaksi paling lazim saat kita terkena stres. Kabar buruknya, semakin stres diri kita, semakin sulit mengatasi stres atau masalah penyebab stres. Namun sebetulnya kita bisa melatih pikiran mengatasi stres dengan mengucapkan syukur.

 

Rasa syukur itu kekuatan dahsyat yang bermanfaat dalam kehidupan. Rasa terima kasih membantu kita membangun hubungan kuat, koneksi lebih baik dengan masyarakat. Terbukti juga membangun dampak positif terhadap penghasilan kita. Orang yang penuh rasa syukur ternyata juga lebih fit secara fisik, memiliki tekanan darah lebih rendah dan menderita lebih sedikit stres.

 

Mengurai manfaat rasa syukur dalam mengatasi stres, psikolog Robert Emmons menjelaskan,”Rasa syukur membangun sistem kekebalan psikologis yang memberi bantalan untuk kita ketika jatuh. Orang yang penuh syukur lebih kebal terhadap stres kecil dalam keseharian atau pun masalah pribadi besar.”

 

Robert juga punya pertanyaan khusus mengenai rasa terimakasih yang membantu mengatasi situasi stres. Pertanyaan ini membantu ketika kita merasa buntu karena memaksa diri melewatinya dan membantu mendapatkan perspektif baru serta mendapatkan pendekatan lebih proaktif. Semua itu dinilai bakal membantu mengurangi kadar stres.

 

Pertanyaan itu misal, Apa pelajaran yang didapat dari pengalaman ini? Dapatkah saya menemukan cara bersyukur atas apa yang terjadi kendati saya tak ada ketika hal ini terjadi? Kemampuan apa yang keluar dari pengalaman itu yang mengejutkan? Bagaimana jadi orang yang saya inginkan karena peristiwa ini?

Perasaan negatif apa yang membatasi atau mencegah kemampuan bersyukur sejak peristiwa ini terjadi? Apa pengalaman menghilangkan hambatan pribadi yang sebelumnya menghambat saya bersyukur? Kunci dari rasa syukur adalah melatihnya seperti melatih otot, semakin kita sering bersyukur, semakin kuat rasa itu dan semakin mudah bagi kita untuk konsisten mempraktikkannya.

Ketika merasa stres dan terjebak kebuntuan, ajukan pertanyaan2 itu ke diri sendiri. Dengan begitu kita mendapat apresiasi terhadap tantangan yang sedang dihadapi dan bagaimana tantangan itu mengeluarkan sisi terbaik diri kita. Lakukan itu melalui kesadaran akan ketrampilan yang sudah ada atau membangun ketrampilan baru. (Dhorothea; Lusia Kus Anna; sumber Psychology Today dan http://health.kompas.com/read/2015/04/01/080000223/Atasi.Stres.dengan.Belajar.Bersyukur)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version