P2Tel

Pembangunan bendungan besar

Sebanyak 13 Bendungan Besar berproses di Indonesia untuk pengairan sawah . Perkembangan pembangunan yang paling mencolok adalah Bendungan Raknamo di Kab-Kupang, NTT yang baru diresmikan Jokowi. Kedepan akan dibangun 49 Bendungan menyebar di Indonesia.

Bendungan2 yang dikebut pengerjaannya :
– Bendungan Pidekso di Wonogiri, Jateng. Kontraknya dibuat 26/11/2014, dan dibangun Januari 2015.
– Bend-Logung di Kudus, Jateng. Kontraknya diteken 18/12/2014. Dibangun Januari 2015
– Bend-Lolak di Bolaang Mgondow, Sulut. Kontraknya 23/1/2015. Dibangun Februari 2015.

– Bend-Kuereto di Aceh. Kontraknya 12/2/2015. Dibangun Februari 2015
– Bend-Passaloreng di Wajo Sulsel. Kontraknya 26/3/2015, dibangun‎ April 2015.
– Bend-Tanju, di Dompu, NTB. Kontrak 4/5/2015, dibangun Mei 2015
– Bendungan Mila di Dompu NTB. Kontrak 4/5/2015. Dibangun Mei 2015
– Bend-Bintang Bano di Sumbawa Barat, NTB. Kontrak 18/5/2015, dibangun Mei 2015.

– Bend-Kairan di Lebak Banten. Kontrak Juni 2015, dibangun Juli 2015.
– Bend-Tapin di Tapin Kalsel. Kontrak Juli 2015, dibangun Agustus 2015
– Rotikold di Belu, NTT. Kontrak Juli 2015, dibangun Agustus 2015
– Bend-Telagawaja di Karangasem, Bali. Kontrak Juli 2015, Dibangun Agustus 2015.

Keterangan :
Progres hasil pekerjaan2 bendungan itu banyak perkembangan yang mengejutkan dari uraikan diatas. Ingat ! Kita bukan hidup di negeri jin yang semalam bisa selesai. (http://www.beritateratas.com/2015/10/omg-ternyata-jokowi-punya-30-prestasi.html?m=1)-FatchurR
———-

Monggo sajian lainnya :
1. Harga sapi diharapkan 75.000 dengan Kapal ternak
2. Diharapkan Sultra jadi penyangga padi Nasional
3. Produk padi Kulonprogo tembus 138.000 ton
4. Sukabumi surplus beras 350.000 ton
——————–

Harga sapi diharapkan 75.000 dengan Kapal ternak
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Keberadaan kapal ternak Camara Nusantara I dapat memangkas rantai distribusi ternak makin pendek. Pemangkasan ini dari 13 rantai jadi 4 rantai. Ini bagian dari deregulasi dan pengembangan ternak sapi, dalam menurunkan harga daging di pasar konsumen.

“Potong rantai niaga sapi hidup-daging sapi, hapus pungli di jalan distribusi,” tegas Mentan Amran Sulaiman di Pelabuhan Tanjung Periuk bersama rombongan wartawan, Jumat (11/12). Harga daging sapi hidup Rp 31.000/Kg, senilai harga daging Rp 62 ribu/kg. Seharusnya harga di konsumen Rp 75 ribu/kg.

Kapal ternak Camara berguna mengurangi susut tubuh sapi yang dulu terkikis 20%. Lama transportasi sapi yang awalnya 60 hari lebih jadi 7 hari. Biaya angkut turun 85%. “Semula biaya angkut Rp 1,8 juta/ekor, kini 320 ribu/ekor”. Targetnya penurunan harga sapi di Jabodetabek Rp 20 ribu per kilogram.

Data Kementan, kebutuhan sapi nasional per tahun 640 ribu ton. Populasi sapi naik 4,95% atau 15,49 juta ekor 2015. Produksi daging sapi 524 ribu ton pada 2015.

“Impor daging sapi dan bakalan lebih rendah dari tahun sebelumnya”. Pada periode Januari-September 2015, realisasi impor daging 35.157 ton. Jumlah ini turun dari tahun sebelumnya di periode yang sama turun 43% yakni 58.667 ton. Impor sapi bakalan Januari-September 2015; 141.372 ton, lebih rendah dari pada tahun sebelumnya 175.031 ton.

Keberadaan kapal ternak kapasitas jumbo itu dimaksimalkan pengusaha besar di Jakarta. Pengusaha kecil di rumah potong hewan. Sapi mantan penumpang Camara Nusantara I memperpendek distribusi daging dari sentra produksi ke pengusaha kecil Jakarta. (Taufik Rachman; http://www.republika.co.id/berita/kementan/berita-kementan/15/12/12/nz7er2219-ada-kapal-ternak-harga-daging-sapi-diharapkan-rp-75-ribu)-FatchurR
————-

Sultra jadi penyangga padi Nasional
REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI-Mentan Andi Amran berharap Prop. Sulteng bisa jadi salah satu penyangga produksi padi nasional. “Selain untuk kebutuhan local, ada stok produksi yang bisa berkontribusi stok beras nasional untuk mencapai target swasembada pangan” kata Amran di Kendari (25/10).

Sultra dengan produksi padi 657.000 ton gabah kering giling (GKG) di lahan 121.545 HA bisa berpotensi jadi penyangga produksi beras. “Tapi saya mau lihat dulu upaya pempro Sultra mengembangkan dan meningkatkan produksi padi di daerah itu dengan anggaran yang kami berikan,” katanya.

Ia minta pemda melakukan percepatan dan perluasan adopsi teknologi dan dari hasil riset yang diaplikasikan, peningkatan SDM, petani dan penyuluh, juga berbagai upaya lain : Pengendalian hama penyakit. Kedis Pertanian dan Peternakan Sultra mengatakan tahun2 terakhir Sultra mengalami surplus beras 2013; 185 ribu ton, tahun 2014; 125 ribu ton dan tahun ini mencapai 135 ribu ton.

“Daerah di Sultra sentra produksi padi terbesar, Kab-Konawe, Kolaka Timur, Bombana, Konawe Selatan, Kolaka Utara dan Konawe Utara,” katanya. (Winda Destiana Putri
http://m.republika.co.id/berita/kementan/berita-kementan/15/10/25/nws8ti359-mentan-berharap-sultra-penyangga-padi-nasional)-FatchurR
————-

Produk padi Kulonprogo tembus 138.000 ton
REPUBLIKA.CO.ID, KULONPROGO-Produksi padi di Kab-Kulon Progo, DIY 138.700 ton gabah kering giling dengan luas lahan 19 ribuHA dari Januari-November 2015. Kadis Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kulon Progo Bambang Tri Budi mengatakan jumlah produksi itu belum termasuk hasil 5.000 HA yang memasuki masa panen pada Desember.

“Produktivitas tanaman padi di Kulon Progo pada 2015 rata2 7,3 ton/HA gabah kering giling (gkg). Luasan lahan yang ditanami padi 19 ribu HA yang tersebar di 12 kecamatan,” kata Bambang di Kulon Progo (24/12).

Menurut dia, produksi padi mengalami peningkatan signifkan 2015. Rata2 produktivitas padi 2014 6,4 ton/HA gkg dengan total 121.600 ton. Artinya, produksi padi di Kulon Progo meningkat 17.100 ton pada 2015.

“Kenaikan produksi 2015 di Kab-Kulon Progo ini tidak terlepas dari peningkatkan kualitas infrastruktur : Jaringan irigasi yang bagus, ketepatan dalam pemupukan, petugas lapangan yang selalu siap siaga dan petani menerapkan Gerakan Pengelolaan Tanaman Terpadu dengan sistem tanaman jajar legowo (Tajarwo),” kata Bambang.

Pihaknya berupaya mencetak sawah baru mengantisipasi alih fungsi lahan untuk pembangunan bandara. Pemkab Kulon Progo akan mencetak sawah seluas 450HA di Kec-Nanggulan, Sentolo, Pengasih, dan Kalibawang secara bertahap. Pada 2015, pemkab mencetak sawah baru 55 HA di Kec-Nanggulan yang saat ini sudah siap ditanami padi.

Pada 2016, Pemkab Kulon Progo akan mencetak sawah baru seluas 100 hektare di Kecamatan Nanggulan, Pengasih, dan Sentolo. Pihaknya juga mengidentifikasi potensi lahan yang bisa dijadikan sawah baru dan kebutuhan infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi.

“Makin luas lahan tamanan padi, maka makin tinggi produksi padi. Kami mengimbangi dengan pembangunan infrastruktur pertanian dari jaringan irigasi, dan melakukan moderenisasi alat pertanian,” kata dia. (Sumber : Antara dan http://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/12/24/nzvg3x382-produksi-padi-kulon-progo-tembus-138-ribu-ton)-FatchurR
————-

Membangun 100 Desa Inovasi
Jakarta – Awal Januari 2016 mendatang, Kemristekdikti bakal memulai program “Desa Inovasi” yang dicanangkan setahun lalu. Tahap awal, program ini menyasar 100 desa. Dirjen Penguatan Inovasi Kemristekdikti, Jumain Appe mengatakan, diharapkan produktvitas warga di desa akan ditingkatkan melalui pemanfaatan teknologi.

“Desa Inovasi merupakan penerapan teknologi di pedesaan dalam rangka meningkatkan produktivitas masyarakatnya. Tahap awal, kita sudah menyiapkan dana sebesar Rp 30 miliar untuk 100 desa,” ujar Jumain Appe, di Jakarta, Senin (29/12).

Program Desa Inovasi juga menggandeng Kemenkop dan UKM untuk memastikan hasil produksi dari pemanfaatan teknologi ini bisa terjual. Demikian juga Kemendes karena konsep dari program Desa Inovasi adalah pengembangan dari ekonomi pedesaan.

“Untuk menjalankan program ini, kami bekerjasama dengan perguruan tinggi. Dananya diserahkan dan karena mereka lah yang punya SDM dan teknologinya. Program ini bisa selaras dengan kegiatan KKN yang dilakukan mahasiswa, atau kegiatan pengabdian masyarakat,” tambah Jumain.

100 Desa Inovasi di tahun 2016 menurutnya tahap awal. Program ini menyasar desa-desa lain hingga setidaknya terbentuk 1.000 Desa Inovasi. (Herman/YUD; BeritaSatu.com dan http://www.beritasatu.com/digital-life/336143-bangun-100-desa-inovasi-kemristekdikti-siapkan-rp-30-m.html)-FatchurR
————

Sukabumi surplus beras 350.000 ton
REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI-Data Distan dan Tanaman Pangan Kab-Sukabumi, Jabar 2015 ini, surplus beras 350 ribu ton walau ada penurunan 10 ribu ton dibanding tahun lalu.

“Hingga Desember ini kami bisa hitung surplus beras, karena hingga akhir tahun jarang petani panen beras karena masuk masa tanam. Target produksi beras tahun ini 640 ribu ton, tapi terpenuhi 630 ribu ton karena kemarau panjang,” kata Kepala DPTP Kab-Sukabumi Sudrajat di Sukabumi.

Kebutuhan beras warga Kab-Sukabumi tahun ini 280 ribu, sehingga surplus 350 ribu ton. Tahun ini ada target yang tidak terpenuhi yakni sasaran tanam disebabkan kemarau panjang, sehingga musim tanam ke dua yakni Mei petani tidak bisa menanam karena lahan pertaniann keburu kering akibat kemarau.

Imbasnya, luasan lahan panen berkurang sehingga target produksi tidak tercapai, namun Kab-Sukabumi surplus beras walau tidak sesuai target. Pada 2014 lalu surplusnya 360 ribu ton dan diharapkan 2016 surplus beras bisa naik 20 ribu ton, apalagi BMKG memprediksi musim penghujan tahun depan lebih panjang sehingga masa tanam akan lebih panjang.

“Untuk produktivitas tiap HA tahun ini 60 kwintal gabah kering giling (GKG), padahal ditargetkan 57 KW/HA” tambahnya. Sudrajat mengatakan Kab-Sukabumi salah satu daerah lumbung beras nasional, menyumbang 5% dari kebutuhan beras nasional. Diharapkan tahun depan musim penghujan akan lebih panjang, karena lahan pertanian di daerah ini merupakan sawah tadak hujan.

“Untuk luas lahan pertanian di Kabupaten Sukabumi mencapai 64 ribu hektare dan kami juga berharap agar lahan pertanian ini tidak ada yang alih fungsi agar bisa tetap menjadi pemasok beras terbesar di Indonesia,” katanya. (Taufik Rachman
http://m.republika.co.id/berita/kementan/berita-kementan/15/12/14/nzbnp8219-sukabumi-surplus-beras-350-ribu-ton)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version