P2Tel

KBY-Kendaraan lawas minum pertamaks tak pantas

Kendaraan Pak Johar lawas (produk lama), namun dia lebih senang memberi minum kendaraannya dengan pertamax, bukan premium. Mengapa? Karena berdasarkan pengamatan, pertamax lebih hemat uang.

Pengalaman teman Pak Johar yang bernama Pak Aren selama bermingu- minggu, dengan sepeda motor dari rumah pp ke kantor, kalau diisi pertamax seharga sekian rupiah akan habis dalam waktu seminggu.

Namun jika diisi premium, lima-enam hari sudah minta diisi lagi.

 

Saat itu harga premium 4.500 dan pertamax 6.000 rupiah. Kesimpulan Pak Johar, kalau harga pertamax kurang dari 4/3 harga premiun, akan lebih hemat uang kalau memakai pertamax. Padahal kini harga pertamax kurang dari 4/3 harga premium, jadi lebih murah pertamax harga per-kilometernya.

Masalahnya dengan kendaraan lawas itu, petugas Pom Bensin kebanyakan mengira diisinya cocoknya premium. Maka seringkali disuruh mengantri di jalur premium. Misal, beberapa bulan lalu, ketika masuk ke SPBU dan akan berhenti di pompa pertamax oleh petugas disuruh maju dan maju lagi. Pak Johar menurut saja. Lalu petugas bertanya :” Mau diisi premium berapa Pak?”

Pak Johar jawab bahwa maunya diisi pertamax, maka kendaraan disuruh mundur, kemudian diisi pertamax. Beberapa hari lalu terjadi lagi. Ketika Pak Johar sudah berada dekat pompa pertamax (kebetulan pompa pertamax, pertalite dan premium berdekatan), belum-belum petugas bertanya.
” Mau diisi premium berapa Pak?”

Pak Johar kan jadi bingung menjawabnya, maka dijawablah:
” Kalau pertamax boleh apa enggak ya?”
Mentang-mentang kendaraan lawas, dikira tidak pantas diisi pertamasss . . . . .
KBY. Kok bisa ya ? (Widartoks 2016; dari grup FB-BKPB-Telkom)-FR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version