P2Tel

Rabi’ah Al Adawiyah (713-801 M) TA 095

Riwayat wanita ini banyak dikisahkan para penulis biografi. Banyak yang merasa kecil dan bukan apa-apa bila dibandingkan dengan keikhlasan Rabi’ah dalam beribadah. Ia seorang zuhud dan sangat enggan menerima pertolongan dari makhluk ciptaan Allah, ia hanya minta tolong kepada Allah SWT.

Ortunya begitu miskin sehingga saat lahir sebagai putri ke-empat dari Isma’il Al Adawiyah, ayahnya tidak memilki minyak untuk menerangi rumah dan tidak juga memiliki kain pembungkus bayi. Ia ditinggal wafat kedua orang tuanya, dalam kemiskinan ia terpencar dari saudara2nya dan hidup sendiri.

 

Dan jatuh menjadi budak dari seorang majikan yang bengis dan memeras tenaganya dengan keji. Sekalipun ia miskin dan menderita, tapi prinsip hidupnya yang tidak mau menerima pertolongan dari makhluk ciptaan-Nya tetap dipertahankannya. Ia sangat taat beribadah dan sangat mencintai Allah SWT.

Ia hanya bisa berhenti bekerja saat malam tiba dan itupun dipergunakan sepenuhnya untuk beribadah. Suatu malam majikannya mendengar ia berdo’a,
“Ya Allah, ya Tuhanku, Engkau-lah Yang Maha Mengetahui keinginan dalam hatiku untuk selalu menuruti perintah2-Mu. Jika persoalannya hanyalah terletak padaku, maka aku tidak akan henti-hentinya barang satu jam pun untuk beribadah kepada-Mu, ya Allah. Karena Engkau-lah yang telah menciptakanku.”,
Majikannya seakan melihat cahaya menyinari budaknya, sehingga ia ketakutan dan sampai terbit fajar tidak bisa memejamkan matanya, esoknya Rabi’ah dipanggil dan dibebaskannya dengan baik-baik.

Sekalipun sangat miskin dan papa, namun Rabi’ah harum namanya. Banyak ulama yang berkunjung dan banyak orang yang mendengarkan tauziahnya. Sekalipun ia bukan penulis, namun puisi dan ucapannya banyak dikutip dan diterbitkan .

Rabi’ah yang ikhlas beribadah takut ibadahnya ternodai oleh pamrih, salah satu doanya yang mashur,
“Ya Allah, jika aku menyembah-Mu, karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalam api neraka dan jika aku menyembah-Mu karena mengharapkan surga, campakanlah aku dari dalam surga; tetapi jika aku menyembah-Mu demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajah-Mu yang abadi kepadaku” (Sadhono Hadi; dari grup WA-VN)-FR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version