P2Tel

K a m u = K e r b a u?

Seorang Eksekutif Muda mengendarai sedan mewah menuju ke luar kota. Saat melewati perbukitan yg berkelok, ia melihat sebuah truk dari arah berlawanan. Ketika berpapasan ditikungan jalan, pengemudi truk agak melambat, membuka kaca jendela dan berteriak dgn keras, “KEBO !”.
Eksekutif Muda tadi tersinggung.. Ia langsung membuka kaca jendela dan membalas dgn penuh emosi, “Kamu yg KEBO” Dan ia terus memaki, “KEBO jelek tdk punya otak. Dasar gembel”
Dan kemudian tancap gas lagi. Tiba2, saat mobilnya melewati tikungan, ada puluhan kebo yg bertubuh besar, turun dari perbukitan memenuhi jalan. Terlambat bagi si eksmud utk menghentikan mobilnya… Akhirnya mobilnya menabrak kebo seberat 300 kg. Saat berusaha menghindari kebo lainnya, mobil mewah itu malah terguling dan jatuh kedalam lembah.

 

Ternyata, teriakan sopir truk tadi bukan ejekan, tetapi “peringatan” utk si eksmud, ada kawanan kebo yg akan melintas di jalannya. Ego seringkali menjadi bibit yg bisa memicu emosi. Seperti kasus diatas, penyampaian yg tdk sesuai dgn kaidah di anutnya, dianggap tdk layak, tdk sopan dan kurang ajar..

 

Padahal ia berada diluar zonanya, berada dilingkungan yg berbeda, dgn sifat org yg berbeda pula..
Itu adalah area umum yg memiliki kultur dan kondisi yg berbeda. Tidak semuanya dapat disesuaikan dgn keadaan dirinya. Akibatnya malah merugikan diri sendiri….
Jika anda memiliki ego yg tinggi dan temperamental, mari belajar utk mengalihkan emosi buta anda pada hal2 yg konstruktif. Jangan langsung emosi saat menghadapi kondisi yg tdk sesuain dgn keinginan anda. Belajarlah bersabar dan mencari tahu keadaan dibaliknya.

 

Niscaya ini akan lebih menguntungkan anda. Karna melampiaskan emosi, memang nyaman utk sesaat, tetapi bisa menjadi penyakit yg merugikan utk jangka panjang. “Mari belajar, cepat utk mendengar tapi lambat utk berkata-kata dan lambat utk marah”. (BRS; dari grup WA-72)-FR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version