P2Tel

Bersihkan pakaianmu (TA 141)

Ayat-ayat awal setelah turunnya surat Iqra, yang mengangkat Muhammad SAW menjadi Nabi, adalah perintah untuk turun, memberikan peringatan dan membersihkan pakaian, “pakaianmu bersihkanlah”, (QS Al Muddatsir 74:4)

Sebagian ulama berpendapat bersihkan akhlakmu, ada juga yang berpendapat, jangan memakai pakaian dari hasil yang haram, namun ada pula yang berpendapat harfiah, cucilah pakaianmu sehingga bersih.

Islam mengatur dengan rinci bahwa sebelum menghadap Allah, mendirikan shalat, hendaknya dengan pakaian yang bersih dan tubuh yang bersih (bersuci). Bagaimana bisa berkomunikasi khusuk dengan Rabb, bila pakaian dan tubuh bau?

 

Islam tidak melarang kentut dalam masjid, namun ibadahnya batal dan harus kembali mengulang wudhunya. Apa jadinya bila orang bebas kentut saat sembahyang. Aturan yang tampaknya sepele, tapi betul-betul menunjukan kebijakan Yang Maha Pengatur.

Islam juga mengatur antrian dalam shaf, yang datang paling awal berhak mendapat tempat yang paling utama: baris pertama. Semua sama dihadapan Allah, atasan bisa saja berdiri dibelakang bawahan, sehingga saat sujud, bisa saja kepala Bapak Bupati dihadapan telapak kaki tukang sapu ruangannya. Semua shalat dilakukan diatas lantai.

 

Sehingga tidak diperlukan perabot meja kursi Tidak terbayang bagaimana pengaturan di sekeliling Ka’bah saat ini, bila diperlukan meja dan kursi untuk jutaan umat. Sungguh suatu aturan yang tampaknya sepele, tapi betul-betul menunjukan kecerdasan Yang Maha Pengatur. ((Sadhono Hadi; dari grup FB ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version