P2Tel

Bandara Internasional Kertajati siap menjadi Airport terbesar kedua

Majalengka-Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Kab-Majalengka akan beroperasi penuh Februari 2018 setelah pembangunan dimulai Desember 2015. Hingga 5/2/2017, pembangunan bandara ini telah mencapai 30,098%. Pembangunan ini dibagi tiga paket.

 

Paket-1, pekerjaan infrastruktur realisasinya 64,20%. Target penyelesaian Juli 2017. Paket-2, terminal utama penumpang realisasinya 19,94%. Target penyelesaian November 2017. Paket-3a, bangunan penunjang operasional realisasinya 35,04% dengan target penyelesaian Agustus 2017.

 

“Tiba2 30% pembangunan konstruksinya karena tidak kami ekspose. Adanya peralihan pendanaan dari Pemprov Jabar ke APBN. Tapi, di November 2016 Pak Menhub menyatakan sisi udara dibiayai APBN dan sisi darat dilanjutkan Pemprov Jabar,” ujar Dirut PT BIJB Virda Dimas Ekaputra dalam konferensi pers Progress Pembangunan BIJB kuartal I 2017 di Majalengka, Jabar, (13/2).

 

Pembangunan BIJB menghadapi kendala pembebasan lahan dan pembiayaan. Sisi darat butuh dana Rp 2,1T yang Rp 1,45T diperoleh dari modal disetor dan sisanya Rp 650M dari pinjaman sindikasi Bank BJB dan Bank Mandiri.

 

Dari kebutuhan Rp 1,45 triliun, disebutkan 51% dipegang Pemprov Jawa Barat dan 49% ditawarkan ke publik berupa reksadana penyertaan terbatas (RDPT) oleh Danareksa melalui Reksa Dana Infrastruktur Dirgantara.

 

Bandara Kertajati, siap jadi bandara internasional yang dapat menampung pesawat wide body. Pihaknya tahap awal menggandeng Angkasa Pura II sebagai operator. “BIJB punya impian untuk mengoperasikan sendiri, tapi karena kita belum punya pengalaman kita kontrak dengan manajemen AP II. Kita susun draft dan awal Maret diteken. Semoga 5 tahun setelahnya, kami ajukan untuk mengelola sendiri”.

 

Selain dengan AP II, BIJB menjalin MoU dengan maskapai antara lain Citilink, Sriwijaya, NAC, dan Kalstar. “Menyusul Garuda, Air Asia, dan Cathay Pacific. Kalau Lion Air belum ada pengajuan. Kita juga sudah MoU dengan JAS dan Gapura untuk groundhandling. Dengan Railink untuk kereta api juga sudah MoU. Damri juga sedang kita jajaki,” ucapnya.

Bandara Kertajati dibangun untuk menggantikan fungsi dari Bandara Husein S di Bandung. “Bandara Husein akan dijadikan general aviation airport untuk militer, PTDI, private jet, dan charter. Itu akan diusulkan direktur navigasi Kemenhub” katanya.

 

Bandara Kertajati, luas lahannya 1.800 ha dan dilengkapi dengan akses tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, juga akses kereta. Luas terminalnya 96.000 m2 yang bisa menampung 5-11 juta penumpang per tahun. Diharapkan, se-lambat2nya akses tol sudah harus ada sebelum 2020.

 

Runway bandara yang diharap jadi pintu gerbang bisnis dan pariwisata Indonesia di Jabar dan kawasan penyangga bagian timur Jabodetabek ini akan dikembangkan dengan panjang runway berukuran 3.500 meter. Saat ini, untuk runway terpanjang di Indonesia dimiliki Bandara Hang Nadim (Batam) yaitu 4.025 meter.

 

Nantinya, bandara ini berkonsep yang mirip Bandara Kualanamu di Medan, Sumut dan Bandara Sepinggan di Balikpapan, Kaltim. Virda menambahkan, BIJB bisa berkembang hingga 3.200 ha yang merupakan kawasan aerocity sebagai pendukungnya dalam menunjang ekonomi wilayah sekitarnya, seperti Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Subang.

 

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengklaim Kertajati sebagai bandara terluas di Indonesia dan jadi bandara ke-2 terbesar setelah Bandara Soekarno Hatta di Kabupaten Tangerang. “Walaupun bandara ini dibuat paling akhir, tapi jadi bandara daerah terluas di Indonesia” katanya. (Lona Olavia/FMB; Suara Pembaruan dan http://www.beritasatu.com/ekonomi/414196-bandara-kertajati-siap-jadi-bandara-internasional-terbesar-kedua.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version