P2Tel

Mewariskan bisnis keluarga(1/4)

(Rahasia Tongkat Estafet Gobel: Rahasia Mewariskan Bisnis Keluarga; 19/3/2014)-Ada bisnis keluarga yang bertahan sekedipan mata, tapi tak sedikit berjaya hingga beberapa generasi. Intip rahasia manajemen bisnis keluarga Gobel, dan tentukan arah bisnis keluarga Anda.

Benarkah perusahaan keluarga rawan perselisihan dan berpotensi timbulkan konflik? Apakah suksesi kepemimpinan berkorelasi picu pertengkaran antar keluarga? Jika demikian, mengapa ada perusahaan2 keluarga bisa bertahan beberapa generasi?

Jika mempertahankan kejayaan bisnis keluarga itu mimpi siang bolong, bangkitlah. Ini bukan mimpi.  Simak artikel ini menyingkap ‘rahasia’ suksesi perusahaan Gobel, Anda akan siap menghidupkan bisnis keluarga Anda.

Memahami ‘family business‘
Definisi family business itu bisnis ini berbentuk usaha dimiliki/dikelola satu atau lebih anggota  keluarga. Caroline Seow, Executive Director dari FBN Asia Pasifik  (organisasi non-profit perwakilan yang menaungi bisnis keluarga di 45 negara di 5 benua) menjabarkannya bisnis yang dimiliki dan dipengaruhi keluarga, dalam rangka pengambilan keputusan2 berhubungan dengan bisnis itu.

Menurutnya, bisnis keluarga berperan penting di perekonomian. Bisnis keluarga sukses dan mampu bertahan beberapa2 generasi, bisa membantu perekonomian masyarakat. Ada 80% bisnis keluarga di Asia yang sebagian mencapai tahap ini di negara2 Asia termasuk India-Singapura-Indonesia-Hong Kong.

Meneruskan tongkat estafet bukan perkara sepele. Prof. Randel Carlock dari INSEAD menyebutkan tantangan2 pengelolaan transisi pemilik ke manajer, ketika bisnis keluarga dijalankan  profesional. Tantangan itu mewujudkan pertumbuhan, perencanaan suksesi kepemilikan dan kepemimpinan.

Rachmat Gobel, generasi ke-2 (G2) perusahaan Panasonic Gobel, tidak menyangkal ada konflik perjalanan bisnis keluarga. Dalam sharing session bersama Enterpreneurs Organization (EO) akhir September, Preskom PT Panasonic Gobel Indonesia ini tiba2 bagai ‘buku yang terbuka’.

“Saya ingin berbagi banyak hal” ucapnya. Tapi ia memilah mana yang layak dibagi dan mana yang tetap jadi rahasia strateginya.

Belajar dari ‘Paman Gobel’
Sebagai G-2 meneruskan tongkat estafet bisnis keluarga, Rachmat Gobel beruntung pernah belajar dari founder perusahaan besar ini ayahnya H. Thayeb Mohammad Gobel. Filosofi, nilai2 dan gaya manajemen yang dilihat, dirasakan dan dipelajari dari ayah ini jadi bekalnya terus membangun dan menegakkan perusahaan serta menyiapkan regenerasi perusahaan elektronik itu ke depan.

Disiplin keras.

R. Gobel merasakan disiplin yang diterapkan ayahnya sejak mendirikan pabrik radio : “Cawang”. Tidak sedikitpun fasilitas perusahaan yang dimanfaatkannya saat bocah. “Ayah disiplin dalam hal keuangan”. “Minta duit disuruh dicatet mau pakai apa. Kalau diberi harus membuat pertanggungjawaban dan mengembalikan jika ada sisanya.”

 

Jangankan duit, fasilitas lain mobil dan sopir tidak diperuntukkan bagi pihak yang tidak berhak menikmati fasilitas itu. Mengajarkan disiplin sejak dini membantu menyadarkan calon penerus, bisnis tidak dibangun dengan mudah. Bersambung…….; (Artikel ini pernah dimuat di majalah Best Life November 2010)- Prasetya B. Utama-dari grup FB-ILP; sumber dari by ninosantana28 https://membangunindonesiadarirumah.wordpress.com/2014/03/19/tongkat-estafet-gobel-rahasia-mewariskan-bisnis-keluarga/)-FR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version