P2Tel

Mewariskan bisnis keluarga(4/4)

Tahan banting
Mewarisi perusahaan besar belum tentu mendudukkan Anda di singgasana dan membuat Anda dihormati orang2. Anda harus buktikan diri Anda layak di posisi itu. Saat magang di Matsushita Jepang, Rachmat meyakinkan ia sehebat ayahnya. Tugas2 yang harus dilakukan justru memposisikan jadi tukang foto copy dan ajudan.

 

Di Jepang ia sempat jualan batu baterei. Ego sebagai pewaris tahta jelas terlanjur kuat mengakar. Tapi dengan kesadaran dan kesabara, pekerjaan sekecil apapun atau posisi serendah apapun bisa berguna saat tiba waktunya menduduki pucuk pimpinan, suksesor akan memetik banyak pelajaran berguna.

Menghadapi serikat pekerja
Satu hal terberat di industri bisa jadi menghadapi kelompok ini. Ia bisa jadi pisau bermata dua jika tidak dikelola. “Bicara tentang serikat pekerja tidak sulit,” tutur Rachmat yang menanamkan nilai2 perusahaan ke serikat pekerja lewat apel bersama. “Kita harus sering berkomunikasi dengannya dan membangun pemahaman” sarannya. Perusahaan juga harus membentuk sikap dan mindset pekerja.

Tumbuhkan loyalitas pekerja
Komunikasi dan keterlibatan pimpinan, kunci keberhasilan Rachmat Gobel menumbuhkan loyalitas pekerja. Pernah ketika ia lepas jabatan sebagai Presdir di awal 2000an, saat kinerjanya dinilai terbaik di antara Panasonic Group si Asia Oceania, ribuan buruh pabriknya mogok. Mereka mempertanyakan apakah Rachmat Gobel masih duduk di Panasonic Gobel.

 

Rachmat saat itu berada di Belgia, ‘bersuara’ menenangkan mereka lewat telepon didekat pengeras suara. Karyawan lega mendengar Rachmat masih duduk di perusahaan itu lalu kembali bekerja. Tahun 1998 ketika terjadi krisis yang memicu kerusuhan dan perusakan, Rachmat tinggal dan tidur di pabrik.

 

“Saya minta karyawan dan serikat pekerja tinggal dan berjaga. Kalau ada rombongan perusuh yang lewat, disuruh jalan terus. Jadi pabrik aman dan terhindar dari pembakaran dan penjarahan”. Secara psikologis, keterlibatan pimpinan dalam keadaan sulit akan menguatkan mental karyawan.

Pendelegasian antar generasi

Bayangkan tidak hanya akan mewariskan perusahaan ke anak2 Anda. Tapi juga ke cucu2 dan cicit2 Anda. “Saat ini saya sampai pada generasi ke-3 menuju ke generasi ke-4” tutur Rachmat Gobel. “Saya generasi kedua tinggal menyerahkan tongkat estafet ke generasi ke-3. Lalu mereka melanjutkannya ke G-4.

 

Tapi mereka harus tahu dan siap betul. Sebagai G-2, saya wajib memberi petunjuk, kita harus memiliki komitmen sama. Jangan ada yang berubah.” Tamat…;  (Artikel ini pernah dimuat di majalah Best Life November 2010)- Prasetya B. Utama-dari grup FB-ILP; sumber dari by ninosantana28 https://membangunindonesiadarirumah.wordpress.com/2014/03/19/tongkat-estafet-gobel-rahasia-mewariskan-bisnis-keluarga/)-FR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version