P2Tel

Kebaikan Supir Angkutan Kota

Ternyata banyak orang baik, kisah ini saya peroleh ketika iseng bareng teman naik angkutan kota (Angkot) dari Pusat Kota Manado ke Malalayang. Pengemudi angkot itu muda, di angkot duduk 4 orang penumpang, termasuk kami.

 

Masih ada 4 kursi belum terisi, seperti biasa di jalan, angkot2 saling menyalip berebut penumpang. Ada pemandangan aneh, didepan angkot yang kami tumpangi ada ibu dan 3 anak remaja berdiri di tepi jalan. Tiap ada angkot berhenti dihadapannya, dari jauh kami lihat si ibu bicara ke supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali.

Kejadian ini terulang beberapa kali. Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti, si ibu tanya: “Dik, lewat Terminal ya?”, supir tentu menjawab “ya”. Yang aneh si ibu tidak segera naik.

Ia bilang “ Tapi saya dan ke 3 anak tidak punya ongkos.” Sambil senyum, supir itu menjawab “Tidak apa2 bu, naik saja”, ketika si ibu tampak ragu2, supir mengulanginya “Ayo bu, naik saja, Tidak apa-apa ..”

Saya terpesona kebaikan Supir angkot muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lain berlomba cari penumpang, tapi si Supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si ibu dan anak2nya. Ketika sampai di terminal, 4 penumpang gratisan ini turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih ke Supir.

Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu bayar dengan uang rp. 20 ribu. Ketika supir hendak memberi kembalian Pria ini bilang ambil saja semuanya, uang itu untuk ongkos dirinya serta 4 orang penumpang gratisan tadi. “Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu.

 

Sore itu saya benar2 dibuat kagum dengan kebaikan2 kecil yang saya lihat. Seorang Ibu miskin yg jujur, seorang Supir yang baik hati dan seorang penumpang yang budiman. Mereka saling mendukung untuk kebaikan. Andai separuh saja bangsa kita seperti ini, maka dunia akan takluk oleh kebaikan kita.

 

Teruslah berbuat baik, sekecil apapun ketulusan yang kita perbuat tentunya sangat berarti untuk orang lain. (http://harian-manado.blogspot.co.id/2016/03/kisah-inspiratif-kebesaran-hati-seorang.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version