P2Tel

Bermenung-Pemikiran Out of the box

Bu Sabar pengelola arisan ibu-ibu RT. Ceritanya ada arisan besar dan arisan kecil. Arisan kecil ini wajib, sebab pemenang akan ketempatan (jadi penyelenggara) arisan berikutnya. Kalau arisan besar, itu untuk tabungan, hasil arisan bisa dibelikan ini atau itu. Besarnya relatif, bagi kebanyakan ibu2 RT itu besar.

Ceritanya baru beberapa kali berjalan, ada yang mengundurkan diri. Tentu jadi kacau. Tidak ada yang mau menggantikan, sebab iurannya relatif besar, kalau iuran dobel kan berat. Alternatif lain, peserta dikurangi satu. Kalau ini, yang sudah terlanjur dapat arisan keberatan karena harus mengembalikan uang arisan yang mungkin sudah dibelanjakan. Semua jadi bingung.

Untunglah Bu Sabar dapat jalan keluar. Orang yang keluar digantikan Kas. Jadi peserta jumlahnya tetap, hanya “satu orang berupa Uang Kas”. Untunglah ada uang kas. Nah, Kas ini “dapat arisannya” terakhir saja, artinya uangnya masuk kembali sebagai uang kas. Ini namanya pemikiran “out of the box”.

Cerita lain.
Bu Sabar tergabung dalam grup senam para lansia. Mereka senam di rumah Bu Sukur sepekan sekali. Keluarga Bu Sukur senang rumahnya dipakai senam banyak orang. Bahkan Pak Sukur juga rajin menyediakan kue-kue dan air minum untuk ibu-ibu itu.

 

Beberapa hari sebelum bulan puasa, Bu Sukur meninggal dunia. Pak Sukur dan putrinya mengharap agar senam di rumahnya tetap diteruskan seperti biasa. Sehabis lebaran, Bu Sabar mengajak ibu-ibu senam berkunjung ke rumah Pak Sukur, sekaligus minta izin (“kulanuwun”) mau aktif senam lagi di rumahnya.

 

Pak Sukur dan putrinya menerima dengan baik. Pada kesempatan itu Bu Sabar memberi “hadiah” untuk keluarga Pak Sukur. Makanan? Bukan. Pakaian? Bukan. Cinderamata? Bukan. Lalu apa?

Pada saat itu Bu Sabar mewakili ibu-ibu berkata :” Pak Sukur dan keluarga besar. Kami tidak bisa membalas kebaikan Bapak Ibu sekeluarga. Hanya ini yang bisa kami sampaikan. Kami akan menamai grup senam ini dengan nama ‘Grup Senam Ibu Sukur’ “.

Ternyata pemberian nama itu disambut dengan sukacita oleh pak Sukur, sampai2 air matanya menetes saking terharunya. Begitulah, pemberian yang tidak perlu dibeli, ternyata malah sangat berarti. Demikianlah, yang dilakukan Bu sabar itu merupakan pemikiran yang “out of the box”, di luar kebiasaan.

Banyak hal besar di dunia ini berangkat dari pemikiran “out of the box”, misalnya munculnya pesawat terbang, penemuan garfitasi, mobil listrik. Anda tentu sering berfikir “out of the box” bukan?

Widharto KS-2017; dari grup FB-ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version