P2Tel

Kalam Pagi-Istanbul (TA 213)

“Alif Lam Mim. Bangsa Romawi telah dikalahkan, di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya akan menang” (Ar Rum QS 30: 1-3)

Dua bangsa besar berseteru. Bangsa Persia dibagian timur, dan kerajaan Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel, sebelah baratnya. Keduanya memiliki kekuatan bersenjata yang kuat dan terlatih yang saling bersaing berebut pengaruh.

Bangsa Pesia, beragama Majusi, yang menyembah api. Sedang bangsa Romawi beragama Nasrani dan menyembah Allah yang sama dengan Islam. Saat itu kaum muslimin bersimpati kepada bangsa Romawi, sedang kaum Quraisy berpihak kepada bangsa Persia. Mereka bersorak dan mencemooh kaum muslimin, mendengar kemenangan kaum Majusi itu.

 

Perang diantara kedua bangsa itu, terus silih berganti, kadang menang, kadang kalah. Tepat seperti apa yang dituliskan Al Qur’an, tidak sampai delapan tahun kemudian kembali bangsa Romawi yang memperoleh kemenangan.

Perdamaian barulah terwujud dalam naungan Islam, th.1453, Sultan Muhammad II, Sang Penakluk, Konstantinopel tunduk kepada kaum muslimin yang kemudian mengganti namanya menjadi Istanbul. Istanbul mempersatukan kedua wilayah yang sebelumnya selama ribuan tahun berseberangan.

Istanbul kemudian menjadi pusat pemerintahan Islam, pemerintahan sesudahnya menjadikan kota cantik di tepian selat Bosporus ini menjadi lebih cantik lagi. Istanbul yang menjadi pusat peradaban dan ilmu pengetahuan Islam ini menjadi land-mark berbaurnya kebudayaan Eropa dan Asia. (Sadhono Hadi; dari grup WA-BPTg)-FR

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version