P2Tel

Benarkah Garam menyebabkan ketagihan

(hellosehat.com)-Jika konsumsi garam berlebih itu faktor pencetus tekanan darah tinggi yang dapat berkembang menjadi penyakit jantung dan stroke. Namun banyak orang mengonsumsi garam terlalu banyak. Benarkah ini akibat kita kecanduan aliasn ketagihan garam?

 

Jumlah garam yang dibutuhkan tubuh

Garam / sodium diperlukan tubuh untuk menjaga keseimbangan kadar air, mempercepat jalan impuls saraf, dan pergerakan otot. Umumnya, kita hanya perlu 500 mg garam/hari pada aktivitas normal.

Di Indonesia, batas konsumsi garam sesuai anjuran Kemenkes itu 2000 mg/hari atau satu sendok teh.

 

Sedangkan rekomendasi American Heart Association untuk masyarakat AS 2300 mg/hari. Konsumsi garam dikatakan berlebih ketika melewati kedua batas itu, seperti di AS pada (2011), rata2 konsumsi garam mencapai 3436 mg/hari.

 

Mengapa bisa ketagihan garam dan mengonsumsi terlalu banyak

Pada umumnya konsumsi garam berlebih bukan didasarkan karena kebutuhan tubuh, namun merupakan keinginan konsumsi makanan dengan rasa asin. Seseorang bisa ketagihan garam akibat beberapa sebab, di antaranya:

 

1-Efek Garam terhadap otak

Garam picu pelepasan hormon dopamine seperti efek ketagihan makanan manis, nikotin, atau minuman beralkohol. Efek ini tak hanya disebabkan garam dapur, namun juga dari makanan olahan dan yang diawetkan, sehingga makin banyak konsumsi jenis makanan ini membuat efek ketagihan makin kuat.

 

2-Kebiasaan makana makanan asin

Sebagian besar orang mengangap rasa asin itu rasa terenak, dan hal ini disebabkan kebiasaan makan. Garam berperan mengubah rasa makanan dengan mengurangi rasa pahit yang dihasilkan dari bahan makanan. Selain itu, individu yang terbiasa makan makanan asin sulit terlepas dari konsumsi garam karena akan berkurang kemampuan menikmati makanan tanpa rasa asin.

 

3-Kondisi bawaan lahir

Ingin rasa asin itu respon tubuh untuk memenuhi kebutuhan garam dan ini terjadi saat seseorang belum dilahirkan. Salah satu penelitian (seperti dilansir CNN) menunjukan riwayat morning sickness pada ibu hamil meningkatkan kecenderungan anak mengonsumsi makanan asin saat dilahirkan.

 

Kondisi sering muntah saat kehamilan mengurangi kadar garam ibu hamil dan janinnya sehingga anak yang dilahirkan memiliki kadar sodium lebih sedikit.

 

4-Genetik

Faktor genetik berperan bagaimana seseorang berperilaku, salah satunya perilaku konsumsi. Studi (dilansir LiveScience) dengan menganalisis DNA menunjukkan, individu dengan variasi genetik TASR48 cenderung mengonsumsi garam 2x lipat dibanding batas anjuran, atau mencapai  4000 mg/hari. Namun individu tetap berisiko sama mengalami tekanaan darah tinggi dari konsumsi makanan asin.

 

5-Kondiisi kejiwaan

Perilaku makan seseorang erat kaitannya dengan mood atau kepribadian seseorang. Makanan asin biasanya berupa keripik, fast food, makanan olahan dalam kemasan atau saus. Jenis makanan ini merupakan makanan yang sering dimakan saat seseorang stress atau kondisi keinginan makan karena emosi tertentu.

 

Efek kesehatan akibat terlalu banyak konsumsi garam

Konsumsi garam berlebih akibat Anda mengalami ketagihan garam juga berbahaya bagi kesehatan, dan dapat berpotensi menimbulkan beberapa dampak, di antaranya:

 

1-Iritasi dinding lambung; konsumsi garam berlebih menyebabkan kerusakan dinding lambung secara perlahan. Namun akan bertambah parah jika ada infeksi bakteri pylori yang dapat inflamasi dan berpotensi meningkatkan risiko kanker lambung.

 

 2-garam berlebih dapat mengganggu metabolisme lemak sehingga tubuh menyimpan lemak lebih banyak. Beberapa jenis makanan asin seperti makanan kemasan dan fast food biasanya juga tinggi kalori yang berasal dari karbohidrat dan lemak.

 

3-Sleep apnea; merupakan gangguan tidur yang disebabkan tekanan darah tinggi. Berkurang kualitas juga dapat meningkatkan tekanan darah dan hal ini berlangsung seperti siklus yang memicu hipertensi.

 

4-Osteoporosis; kadar sodium tubuh yang terlalu tinggi, memicu hilangnya kalsium yang berdampak pengkapuran tulang. Ini lebih mudah terjadi pada orang dewasa dan lansia terutama pada perempuan menopause.

 

5-Komplikasi tekanan darah tinggi

Kondisi hipertensi dan tekanan darah yang tidak terkontrol akibat pola makan adalah penyebab utama berbagai penyakit lainnya seperti diabetes, dementia dan kerusakan bahkan gagal ginjal; (Kemal al Fajar; Bahan dari : https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/mungkinkah-ketagihan-garam/)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version