P2Tel

Cegah Diabetes Pada Anak Sebelum Terlambat(1/3)

(suaramerdeka.com)-Devi  tak pernah menyangka, buah hatinya Adi(10) divonis menderita diabetes. Ia melihat ada perubahan pada Adi. Porsi makan lebih banyak karena sering lapar. Devi merasa ada yang tidak wajar karena sekali pun porsi makan lebih banyak tapi berat badan Adi bukan naik malah turun .

 

Namun, karena Devi tidak memiliki pengetahuan tentang diabetes dan keluarga tidak ada yang memiliki riwayat diabetes, Ia tidak pernah mengikuti informasi tentang penyakit diabetes dan tidak pernah menduga anaknya kena diabetes.

 

Yang dialami Devi sering dialami beberapa orang tua. Mereka bingung ketika fisik dan kesehatan anak mulai menurun. Ketika anak dibawa ke dokter, orang tua jadi kaget karena anak divonis diabetes. Banyak orang mengira diabetes hanya pada orang dewasa, tak terpikir anak dapat mengidap diabetes.

 

Dr Rochsismandoko, SP. PD, KEMD, FINASIM, FACE Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Endokrin Metabolik dan Diabetes Omni Hospitals Alam Sutera mengatakan ada tanda2 fisik gejala diabetes pada anak bisa diketahui seperti sering haus, lebih sering buang air kecil hingga ngompol. Sering lapar walau sudah makan banyak, tapi berat badan terus menurun dan terjadi dalam waktu singkat.

 

Tanda lain, anak sering lelah dan lesu. Ini terjadi karena tubuh tak mampu mengolah gula jadi energi sehingga anak mudah lelah, mudah marah, dan sering murung. Jika Anda menemukan infeksi jamur pada area vagina anak perempuan atau ruam popok karena jamur pada bayi, sebaiknya juga waspada.

 

“Jika gejala2 itu ada pada anak Anda, segeralah ke dokter anak atau ahli gizi sebagai langkah terbaik mengenal dan menangani gejala penyakit diabetes. Meski gejala tidak dikenali orang tua, jika dibiarkan, dapat berkembang jadi komplikasi serius dan merusak organ tubuh serta jaringan” ujarnya.

 

Penyakit diabetes melitus (DM) itu gangguan metabolik pada fungsi pankreas (organ di belakang lambung). Gangguan ini terjadi karena sistem kekebalan salah melawan ancaman yang membahayakan tubuh yaitu malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas sehingga pankreas tidak mampu menghasilkan insulin memadai dan mengakibatkan kadar glukosa dapat meningkat tinggi.

 

Hal ini dikenal dengan DM-tipe 1 atau penyakit autoimun diabetes . Penyakit DM juga dapat DM-tipe 2 atau bisa juga terjadi karena keduanya.

 

Insulin merupakan hormon yang dilepaskan oleh kelenjar pankreas. Berfungsi membantu membantu tubuh menyerap glukosa dari aliran darah ke sel tubuh agar kadar gula darah tetap terkontrol dan digunakan sebagai energi.

 

Sel dalam tubuh manusia membutu h kan glukosa agar dapat bekerja dengan normal. Jika fungsi insulin terganggu, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa. Akibatnya, glukosa menumpuk dalam darah sehingga kadar gula darah bisa menjadi sangat tinggi. (Andika Primasiwi/CN26/SM Network; Bahan dari : https://www.suaramerdeka.com/kesehatan/baca/147671/ketahui-diabetes-pada-anak-sebelum-terlambat)-FatchurR *Bersaambung………

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version