P2Tel

Padat Karya ABSAH Kempupera Berjalan Di 79 Lokasi

(beritasatu.com)-JAKARTA; Kempupera menyalurkan program pembangunan Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (Absah) melalui Padat Karya Tunai (PKT) tahun 2020 mendukung dampak sosial ekonomi pandemi Covid-19, khususnya mengurangi pengangguran dan mempertahankan daya beli masyarakat.

 

Inovasi Absah ini infrastruktur penyediaan air baku mandiri berprinsip kerja menampung air hujan dalam tampungan yang disaring media akuifer buatan seperti kerikil, pasir, bata merah, batu gamping, ijuk, dan arang.

 

Menteri PUPR Basuki, dalam siaran persnya, (26/6/20), mengatakan, penyaluran Padat Karya Absah  melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

 

“Selain mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/pelosok dan mengurangi pengangguran akibat pandemi Covid-19. Pola pelaksanaan PKT harus memperhatikan protokol physical & social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Basuki.

 

Pada TA 2020, sasaran program Absah 94 lokasi dengan alokasi anggaran Rp 38 miliar. Hingga Juni 2020, pembangunan Absah terealisasi 79 lokasi oleh 10 Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BWS) Ditjen Sumber Daya Air Kempupera dengan progres konstruksi seluruhnya mencapai 55,54% dan telah menyerap 20.755 hari orang kerja (HOK).

 

Pembangunan Absah diprioritaskan di daerah kering, kawasan sulit air karena faktor geologi dan iklim, pulau kecil, dan daerah berair asin. Di Provinsi Jateng, inovasi Absah dibangun masing-masing satu lokasi di Kabupaten Demak, Grobokan, dan Pemalang serta 19 lokasi di Kabupaten Sukoharjo.

 

Provinsi lain sasaran Absah adalah Maluku. Pembuatan Absah di Maluku 35 lokasi berada di Kab-Maluku Barat dengan status terkontrak, yakni Desa Oirata Barat 5 lokasi, Desa Wonreli 5 lokasi, Dusun Worono 5 lokasi, Desa Oirata Timur 5 lokasi, Desa Purpura 5 lokasi, Dusun Son Putih 5 lokasi.

 

Kehadiran Absah di Maluku diharapkan membantu penyediaan air bersih dan air minum dari air hujan yang memenuhi baku mutu untuk melayani standar kebutuhan air baku minimal di tengah ketidak pastian kondisi ekonomi akibat pandemi Covid -19, sehingga masyarakat terbantu secara social-ekonomi karena tidak harus beli air (memanfaatkan air hujan).

 

Dukungan inovasi dan teknologi diperlukan pembangunan infrastruktur agar jadi lebih baik, cepat, dan lebih murah. Pemanfaatan teknologi tepat guna, efektif, dan ramah lingkungan untuk menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan sehingga manfaatnya dirasakan generasi mendatang.

 

(Siprianus Edi Hardum; EHD;  Bahan dari : BeritaSatu.com dan https://www.beritasatu.com/ekonomi/649151-program-padat-karya-absah-kempupera-berjalan-di-79-lokasi)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version