P2Tel

Penyebab Kampas Kopling Cepat Terkikis

(hot.liputan6.com)-Jakarta, Penyebab kampas kopling mobil cepat habis bisa karena kebiasaan  pengemudi itu sendiri. Ketika penyebabnya tak diperhatikan seksama, maka jangka waktu penggantian kampas kopling lebih sering, dan hal ini membuat boros pengeluaran untuk beli kampas kopling baru.

 

Kopling terdiri dari komponen penting seperti pedal, kampas, kabel, dan druk laher. Jika salah salah satu komponen eror, kinerja kopling terganggu. Tapi umumnya masalah yang menghinggapi kopling selalu dari sisi kampas kopling aus atau habis.

 

Penting diketahui, umur kampas kopling tiap jenis mobil tak sama dan ditentukan penggunaan mobil sehari-hari. Normalnya umur kampas kopling mobil bisa 3 tiga tahun, bila cara mengemudi mobil dengan baik. Jika mengemudi mobil kasar, maka kampas kopling hanya bisa bertahan satu tahun.

 

Jika Anda pemilik mobil transmisi manual dan pakai kopling, maka Anda perlu tahu penyebab kampas kopling mobil cepat habis. Hal ini berguna agar Anda bisa mengantisipasi penyebab kampas itu cepat habis di kemudian hari. Berikut Liputan6.com merangkum info mengenai penyebab kampas kopling mobil cepat habis dari berbagai sumber, (4/8/20).

 

1-Melepas  dan menginjak Kopling dengan kasar

Penyebab kampas kopling mobil cepat habis yang pertama, dan jadi penyebab kopling mudah rusak, adalah kebiasaan menginjak dan melepas kopling dengan kasar. Kebiasaan ini mudah menyebabkan kopling mobil cepat habis dan rusak.

 

Mengapa cara ini menyebabkan kampas cepat habis? Sebab ketika melepaskan pedal kopling dengan cepat dan kasar, transmisi mobil umumnya belum berpindah sempurna dan terdengar bunyi kasar pada kopling. Pengemudi harus perhatikan keselarasan pedal kopling dan waktu perpindahan transmisi mobil.

 

2-Menginjak setengah Kopling

Penyebab kampas kopling cepat habis berikutnya karena kebiasaan menginjak setengah kopling. Ini  sering jadi kebiasaan ketika jalanan macet atau ketika mobil jalan menanjak. Ciri kampas kopling mobil mulai terkikis dengan cepat, ditandai bau menyengat di sekitar mobil, seperti karet terbakar.

 

Yang dimaksud dari menginjak kopling setengah yaitu menahan kekuatan pegas kopling, sehingga membuat grip kampas kopling kurang menerima putaran dari plat penekan. Itulah mengapa, coba kurangi kebiasaan tersebut sedikit demi sedikit agar kampas kopling tidak terlalu boros.

 

3-Rumah Kopling terkena Oli

Kampas kopling mobil cepat habis bisa karena tetesan oli yang ada di rumah kopling. Tetesan oli bisa meminimalisir grip permukaan plat kopling dan membuat cepat habis. Tetesan oli ini mungkin berasal dari sambungan carter oli yang bocor. Bbisa juga dari oli transmisi atau seal crankshaft bocor. Salah satu ciri kopling kena tetesan oli, ditandai getaran ketika mobil digas disertai suara keras.

 

4-Kebiasaan menginjang pedal Kopling saat jalan

Kebiasaan ini mirip dengan menginjak setengah kopling di atas, hanya ini umum dilakukan tanpa sadar. Jika Anda terbiasa meletakkan kaki kiri di atas pedal kopling saat bekendara, maka segera dihilangkan. Mungkin tujuannya bagus, yaitu untuk bersiap jika ada hambatan di depan.

 

Tapi, tanpa sadar kebiasaan ini membuat Anda lebih sering menginjak sedikit pedal kopling. Meski terinjak sedikit, namun cukup menahan kekuatan yang ada pada pegas dari kopling.

 

Padahal, peran pegas kopling membuat plat penekan dapat memberi tekanan pada kampas kopling. Bila pegas kopling ditahan, maka tekanan plat penekan pada kampas kopling jadi lemah. Jika terlanjur, grip kampas kopling kurang kuat dan memicu selip. Selip itu membuat permukaan kampas kopling cepat terkikis bahkan cepat habis, akhirnya perlu penggantian.

 

5-Posisi gigi Transmisi yang tidak sesuai deengan Kecepatan Mobil

Penyebab kampas cepat habis yang terakhir bisa karena kebiasaan pakai gigi yang tak sesuai kecepatan mobil. Mungkin sebagian pengendara mobil tidak ingin banyak perpindahan gigi saat berkendara. Itulah mengapa ketika hendak menjalankan mobil justru langsung pasang gigi 2 atau 3.

 

Sebaiknya pengemudi pakai gigi satu lebih dulu. Memasang gigi 2 atau 3 membuat kendaraan lebih halus dan tak perlu pindah gigi bila sudah jalan. Jika pemakaian gigi 2 dan 3 langsung saat mobil baru dikendarai perlu RPM tinggi dan harus menggunakan setengah kopling. Jika terus dilakukan, membuat kopling selip dan mempercepat habisnya kampas kopling.

 

(Fakhriyan Ardyanto; Bahan dari : https://hot.liputan6.com/read/4321731/5-penyebab-kampas-kopling-mobil-cepat-habis-hindari-kebiasaan-ini)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

Exit mobile version