Psikologi

Membuka kaca mobil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Info menarik bagi Anda yang kerap mengendarai mobil. Ubahlah kebiasaan Anda ketika sedang melaju di jalan bebas hambatan yang acap kali membuka kaca lebar-lebar. Kenapa?

Menurut Sugehendi dari Nissan College, membuka kaca terlalu lebar ternyata membuat bahan bakar boros. Angin yang seharusnya berada di luar mobil masuk dan menghambat laju kendaraan.

 

“Saat berjalan angin seharusnya melewati mobil. Tapi karena kaca dibuka, angin malah jadi masuk. Angin berputar di dalam dan menghambat laju mobil,” kata Sugehendi saat ditemui di seminar “Smart Driving With Nissan Evalia St” di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (26/3).

Sugehendi menyarankan jika mobil melaju dengan kecepatan di atas 60 kilometer per jam, sebaiknya kaca jendela ditutup dan menyalakan pendingin ruangan.

 

Bersikap agresif saat mengendarai mobil membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Pengemudi agresif memiliki kecenderungan untuk terburu-buru tiba di lokasi yang dituju.

“Kalau kita buru-buru karena waktu terbatas kita cenderung menekan gas sedalam mungkin, semaksimal mungkin. Saat kita buru-buru kita juga cenderung menginjak gas-rem, gas-rem. Itu boros,” ujar Sugehendi.

 

Menurutnya, santai adalah kunci dari eco-driving, cara mengemudi yang dapat menghemat bahan bakar. Jadi, kata Sugehendi, kunci eco-driving terletak di mindset. Kalai santai bisa membuka pikira supaya mobil bisa bekerja lebih efisien. Redaktur : (Yang Bro; Citra Listya Rini; Sumber : Antara; http://www.republika.co.id/berita/otomotif/mobil/13/03/26/mk9inm-ini-akibat-buka-kaca-mobil-lebarlebar-saat-menyeti)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close