Kesehatan

Mengenal Hipertensi

Hipertensi merupakan gejala penyakit yang menyerang siapa saja dan 95% disebabkan faktor pola hidup yang kurang ber-OR, kelebihan berat badan, merokok, konsumsi minuman beralkohol, asupan sodium berlebih akibat garam dapur, makanan dalam kemasan dan penyedap rasa masakan lain.

 

Hipertensi disebut pembunuh terselubung. Karena umumnya penderita tidak mengetahui kalau dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan darahnya. Hipertensi merupakan gejala utama serangan jantung, stroke dan gagal ginjal yang menyerang diatas 20% populasi dewasa.

 

Berdasarkan WHO (Word Health Organization) batas normal adalah 120-140 mm Hg sistolik dan 80-90 mm Hg astolic. Jadi seseorang disebut mengidap hipertensi bila tekanan darahnya selalu terbaca diatas 140/90 mm Hg.

 

Faktor Penyebab Hipertensi

  1. Merokok, konsumsi minuman beralkohol dan kafein.
  2. Kelebihan berat badan (obesitas)
  3. Kurang gerak dan olah raga
  4. Konsumsi Sodium/natrium berlebih akibat garam dapur, makanan instan, makanan dalam kemasan dan penyedap rasa.

Komplikasi Hipertensi :

Hipertensi yang tidak dapat dikendalikan menimbulkan kerusakan dan yang sering menjadi target kerusakan akibat hipertensi adalah :

1.Otak, dapat menyebabkan penyakit stroke.

2.Jantung, dapat menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK) dan gagal jantung.

3.Ginjal, dapat menyebabkan penyakit Ginjal Kronik dan Gagal Ginjal Terminal.

4.Mata, dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur.

 

Fungsi utama Ginjal adalah

  1. Mengatur keseimbangan cairan tubuh dan tekanan darah.
  2. Membuang zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh dalam urine.

Gangguan fungsi ginjal menyebabkan keseimbangan air dan elektrolit. Akibatnya dapt menimbulkan gangguan pada  pengaturan tekanan darah jangka panjang. (http://www.garamlososa.com/2011/07/beranda-hipertensi-is-silent-killer.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close