Hobi danKetrampilan

Menikmati kehidupan di desa

Saya tidak mampu membayangkan bila makanan pokok kita bukan nasi. Misal makanan kita ubi atau gandum, maka landscape desa tentu berbeda, sawah pasti tidak secantik seperti kini. Tumbuhan padi membutuhkan air. Sehingga menanam padi mengharuskan petani membuat sawah. Air dialirkan pada jumlah tertentu dan pada masa tertentu tidak lebih dan tidak kurang.

 

Sawah memerlukan pematang, untuk menahan air dan kita patut bersyukur, air itu permukaannya datar. Sehingga sawah selalu datar. Kalau kontur tanah berbukit, maka orang membuat sawah bertingkat dan selalu datar, pemandangan makin cantik. Itu sebabnya negeri kita beruntung, punya banyak sawah datar. Saat padi tumbuh, sejauh memandang hamparan permadani hijau menyejukkan mata kita.

Sawah berbeda dengan ladang. Sawah perlu pengolahan lebih berat. Sebelum ditanam tanah di sawah perlu di lembutkan menyerupai bubur, agar akar benih padi yang sangat lembut mampu mencengkeram. Pekerjaan membajak itu berat, sering kali perlu bantuan sapi atau saat ini traktor.

 

Saat padi mulai remaja, disiangi agar tak berebut makanan dengan rumput. Saat bulir padi menyembul, pekerjaan makin berat, selain air tidak boleh berhenti, juga dijaga agar penjarah seperti burung atau tikus tidak meraja-lela. Saat panen, pengolahan bulir padi sampai jadi beras, perlu lagi kerja keras. Pekerjaan pak Tani kayaknya tak ada henti-hentinya.

Kadang saat saya berdiri di pematang, mencoba merenungkan sudah berapa ribu kali padi ditanam di sawah yang sedang saya injak ini. Mungkin usia sawah ini sudah lebih dari seribu tahun dan selalu, terus menghasilkan padi-nasi. Tidak pernah berhenti. Dari lubuk hati terdalam, saya berterima kasih pada leluhur yang telah menemukan padi. (Sadhono Hadi; http://rumahkudidesa.blogspot.com/)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close