Psikologi

Dongeng katak tuli

Sementara kita lupakan kepenatan dari MP dan masalah lain, mari kita ikuti Ini dongeng yang menceritakan seekor katak yang tuli dan tinggal di sebuah kerajaan katak. Kerajaan ini terletak dekat danau di negeri dongeng. Kerajaan dipimpin raja yang bijak, dan sayang dengan rakyatnya. Raja katak punya dua orang anak yang kelak akan mewarisi tahta.

 

Seekor bernama Irwil, katak yang kuat, bertubuh besar dan kekar, ia panglima perang, namun bersifat angkuh, sombong, dan suka menjelekkan katak lain, Termasuk adiknya yang bernama Bindo. Bindo bertubuh sedang, merupakan penasehat kerajaan yang dekat dengan ayahnya, namun ia sering jadikan bahan olokan Irwil dan temannya karena Bindo tuli.

 

Walau sering di olok-olok kakaknya dan teman-teman kakaknya. Bindo terus berjalan tanpa peduli ejekan itu. Ejekan ia jadikan motivasi untuk maju hingga ia bisa dipercaya oleh ayahnya menjadi penasehat kerajaan.

 

Suatu hari Raja ingin menyerahkan tahta pada salah satu anaknya Bindo atau Irwil. Raja tidak begitu saja menyerahkannya. Menurut legenda seorang calon Raja Katak harus mendaki Tiang Menara Kerajaan yang menjulang tinggi. Hanya yang berhasil mencapai puncak menara, pantas menjadi Raja

 

Tibalah hari lomba, Irwil yang sombong-angkuh percaya diri untuk mendaki menara kerajaan ini. Dia tidak henti mengolok saudaranya yang kini jadi lawan bertanding merebut posisi Raja. Bindo berdoa dan mencoba menghilangkan pikiran negatif pada dirinya dan mengganti positif. Ejekan kakaknya dianggapnya penyemangat.

 

Raja mengibarkan bendera tanda lomba di mulai. Irwil yang kuat dengan segera menaiki menara kerajaan tersebut. Ia berada lima langkah di atas Bindo. Bindo yang memulai start dengan kurang baik langsung melaju menyusul kakaknya.

 

Sesampainya ditengah tiang tiba-tiba keluar cairan licin dari menara yang menggangu laju Irwil dan Bindo menaiki menara. Bindo sigap menghindar dari cairan dan berhasil mendaki. Irwil terjatuh akibat licinnya menara. Irwil mengumpat dan menjelekkan Bindo yang masih berada diatas menara.

 

Rakyat kerajaan memberi semangat kepada Bindo untuk terus melaju. Namun Irwil dan teman-temannya.. malah mencemooh dan mengolok-olok Bindo. Bindo yang berada diatas menara terus melaju.. perjalanannya masih panjang untuk sampai dipuncak menara.

 

Bindo begitu lelah, ia menengok kearah bawah. Terlihat Rakyat katak memberi semangat kepadanya.. ia melihat kakaknya berjingkrak memberikan semangat kepadanya.. karena ia tuli ia tidak mendengar apa yang kakaknya katakan. Padahal kakaknya masih semangat untuk mengolok-olok Bindo.

 

Namun karena Bindo Tuli ia menganggap itu adalah ungkapan semangat dari kakaknya. Ia tidak pernah melihat kakaknya berjingkrak-jingkrak seperti itu sama seperti Rakyat Kerajaan Katak yang lain. Dengan berbekal semangat dari Rakyat Kerajaan dan Kakaknya.. Bindo terus melaju ke atas menara.

 

Cairan licin diatas menara makin banyak keluar, mempersulit Bindo. Namun Bindo berhasil bertahan dan akhirnya Bindo berhasil mencapai Puncak Menara. Semua Rakyat bersorak gembira.. sementara Irwil terus menggerutu.. kemudian Bindo yang telah turun dari menara.. langsung menghampiri Irwil.

 

Ia langsung memeluk kakaknya karena atas “semangat” yang diberikan kakaknya ia berhasil sampai ke atas menara. “Kakak terima kasih atas semangatnya” kata Bindo sambil memeluk Kakaknya Irwil yang kaget ketika Bindo memeluknya sambil menangis langsung terenyuh.

 

Ia tidak menyangka  Bindo menganggap cemoohannya adalah sebuah ungkapan semangat. Irwil sedih dan malu pada Bindo ditengah kekurangannya ia mampu merubah keterbatasannya menjadi kekuatan. Dengan besar hati Irwil minta maaf untuk pertama kali kepada Bindo dan merelakan Raja menyerahkan tahta kerajaan kepada Bindo.

 

Raja katak melihat Kakak-Adik ini kemabali rukun, terharu dan bangga atas kebesaran hati yang ditunjukan Irwil dan pantang menyerah yang diperlihatkan Bindo. Sejak lomba itu Irwil tak lagi menjelek-jelekkan katak lain. Ia menyadari tiap makhluk punya kekurangan-kelebihan yang tidak dimiliki makhluk yang lain.

 

Akhirnya Bindo menjadi Raja dan memimpin kerajaan Katak dengan Kakaknya Irwil sebagai panglima perang. Rakyat kerajaan katak kembali hidup damai dan tenang karena dipimpin oleh Raja yang bijak dan dijaga oleh panglima yang Kuat. (sumber : kompasiana.com; http://kisahkisah.com/5827/kisah-seekor-katak/)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close