Psikologi

Mahabarata dan kata bijak

Manusia yang selalu diburu dahaga harta dan berlari mengejar tahta seperti kelinci yang terjerat jebakan petani.

Kehilangan sesuatu bukan berarti kekalahan
Kebahagiaan sejati berawal dari pengembangan cinta dan belas kasih pada segenap makhluk berindra
Hati manusia bergerak seperti layangan. Kadang tenang, kadang bergejolak meghanyutkan

Segala sesuatu pada dasarnya adalah kesadaran, kemurnian dan kegembiraan .
Kesadaran tidak diperoleh kembali. Ia sudah ada disana. Yang paling diperlukan adalah membebaskan pikiran yang belum ia sadari
Keadaan yang sulit menjadi dorongan untuk menyempurnakan laku bagi orang yang berpikir

Kebenaran hanya dapat disadari di dalam kesadaran terdalam seseorang
Kesalahan adalah setengah kebenaran yang tersandung karena keterbatasan-keterbatasan manusia
Seorang manusia bijak tidak mengatakan ADA ataupun TIDAK ADA
Kebenaran tidak dapat dipotong-potong menjadi potongan kecil dan disusun di dalam sistem

Hidup kita memiliki batas, tetapi pengetahuan tidak
Jika engkau menggunakan yang terbatas untuk mengejar hal yang tidak terbatas, maka engkau berada dalam bahaya
Kesadaran diri adalah suatu keadaan pencapaian batin yang mulia dan melampaui semua penggambaran

Subyektifitas dan obyektifitas hanyalah dua sisi dari kesadaran yang sama
Tak ada yang melihat ataupun yang dilihat. Yang ada hanyalah kenyataan yang Esa
Perbedaan di dalam dan di luar muncul karena bentuk konstruksi pikiran semata
Jika obyek tidak memiliki kesadaran, ia takkan mempunyai cahaya, sebagaimana ia sebelumnya
Dalam kenyataannya, apa yang disebut dunia adalah pikiran semata (Yong Sidharta; http://agussiswoyo.com/kata-kata-bijak-2/20-kata-kata-bijak-mahabharata-dari-basudewa-krisna/)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close