Psikologi

Mitos tentang makanan ber-Gas

Makanan bergas Telor termasuk makanan yang bergas sebaiknya dihindari karena menganggu saluran cerna.Ini adalah mitos yang tidak sepenuhnya benar. Karena orang sehat yang mengonsumsi telor tidak berpengaruh terhadap saluran cerna.

 

Tapi pada penderita hipersensitif saluran cerna telor mengakibat produksi gas dalam perut meningkat. Bukan berarti telor makanan yang mengandung gas. Penderita Maag (dispesia) atau hipersensitif saluran cerna lainnya sering menyebabkan gangguan sakit, nyeri, mulas, dan perih pada saluran pencernaan terutama bagian atas.

 

Gejala lain yang bisa dirasakan selain rasa tidak nyaman, juga mual, muntah, nyeri ulu hati, bloating (lambung merasa penuh), kembung, bersendawa, cepat kenyang, perut keroncongan (borborgygmi) sering buang angin. Gangguan tersebut seringkali disertai tanda produksi gas yang berlebihan yang mengakibatkan sering buang angin, perut kembung, cegukan, glekekan.

 

Gangguan pencernaan ini sering diperberat oleh makanan tertentu khususnya pada penderita alergi dan hipersensitif saluran cerna.

(Widodo Judarwanto; http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/09/16/10-mitos-kesehatan-yang-tidak-pernah-terbukti-kebenarannya-592947.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close