Islam

Tradisi padusan jelang puasa yang salah kaprah(1)

(serial)-Merdeka.com – Sebagian muslim di Indonesia masih memegang teguh tradisi mandi bersama menyambut puasa Ramadan. Meski penyebutannya di tiap-tiap daerah berbeda, tetapi tradisi ini diyakini bisa membersihkan diri dan meluruskan niat melaksanakan puasa Ramadan.

Kebanyakan masyarakat menggelar tradisi yang sudah turun temurun ini di pemandian umum atau sungai. Tidak ada sekat antara pria dan wanita. Semua bercampur dalam satu tempat.

Di Solo, tradisi mandi bersama dinamakan padusan. Sehari sebelum puasa, warga menggelar padusan di beberapa tempat. Seperti di mata air Ingas dan Cokro Tulung di Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Klaten, Grojogan Sewu di Karanganyar, umbul Pengging di Boyolali dan padusan di sejumlah kolam renang dan hotel di Kota Solo.

Di antara sekian banyak lokasi padusan, umbul atau mata air Cokro yang paling banyak didatangi warga. Hari Selasa kemarin (17/6), umbul Cokro diserbu warga dari Solo, Boyolali, Sukoharjo, dan Karanganyar.
Padusan di mata air Cokro digelar sehari sebelum puasa memang sudah menjadi daya tarik wisatawan sejak zaman dulu. Tak hanya mata air yang segar dan jernih, tapi juga ada berbagai hiburan tambahan seperti musik dangdut yang disuguhkan panitia.

Di Kota Solo, kolam renang Tirtomoyo Manahan Solo juga dipadati warga. Pantauan merdeka.com hingga tengah hari, ribuan warga kebanyakan remaja memenuhi kolam renang di sisi utara Stadion Manahan itu. (COB; http://m.merdeka.com/peristiwa/salah-kaprah-tradisi-padusan-jelang-puasa-ramadan.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close