Selingan

Bermenung beli mencari dan menciptakan suasana

Ada sebotol air mineral merk A isi 600 ml. Air ini harga di warung sebelah rumah misalnya 2.000 rupiah. Kalau di restoran? Harganya jadi Rp 8.000. Kalau di kafe jadinya 12.000 rupiah. Nah, kalau di kafe, masa liburan, malam Minggu dan sambil menonton bareng final sepak bola dunia (World Cup), harganya bisa menjadi 25.000 rupiah.

Kok bisa begitu ya? Ketika kita membeli di warung sebelah, hampir tidak ada biaya tambahan, hanya biaya pembelian saja. Ketika di restoran atau di kafe, kita harus membayar sewa gedung yang mahal (apalagi di tengah kota Jakarta),

 

Membayar pelayan yang cantilk, ganteng dan sabar melayani kita, sewa meja kursi, toilet yang bersih, listrik, AC, juga pajak 10% dan biaya layanan (service charge) 21%. Kalau ada final piala dunia, harus membayar uang lembur pelayan, manager dan sebagainya.

Memang suasana yang enak itu mahal. Kalau kita tidak ingin membayar mahal ya carilah suasana yang enak tapi murah meriah, misalnya makan di taman kota saja. Atau di kebun milik paman atau bibi. Kalau mau hawanya dingin ya ke daerah pegunungan yang dekat rumah.

 

Bisa jadi di situ kita bisa minum kopi seharga 2.000 rupiah segelas, mendoan yang digoreng saat dipesan (jadi masih panas) 1.000 rupiah per biji, di mana di tempat lain kopi bisa puluhan ribu rupiah dan mendoan 5.000 rupiah sebiji. Nah, dengan demikian kita mendapat suasana yang enak, bersih dingin tapi harga tetap murah meriah.

Kita semua menginginkan suasana yang enak dan nyaman. Enak dan nyaman untuk makan minum, untuk bekerja, berfikir, berkreasi, berbuat kebaikan dan sebagainya. Jadi bukan hanya suasana pada saat makan saja, tetapi juga suasana yang lain, bahkan mungkin malah di segala suasana.

 

Misalnya suasana tempat kerja, suasana perjalanan, suasana keluarga, suasana istirahat, suasana pertemanan dan sebagainya. Apakah suasana itu selalu sesuai keinginan? Ya tidak. Makanya kita perlu membeli suasana itu, misalnya makan di dalam warung jelas lebih enak suasananya dibanding di pinggir jalan dekat tempat sampah.

 

Kalau tidak mau membeli, ya kita harus mencari suasana yang sesuai dengan keinginan kita. Nah, bisa juga kitalah yang menciptakan suasana itu. Kalau kita bisa menciptakan suasana yang enak dan nyaman bagi diri sendiri, itu adalah hal yang sangat baik.

 

Jikalau suasana nyaman bagi keluarga, itu luar biasa. Jika kita bisa menciptakan suasana yang enak dan nyaman bagi orang banyak, wah itu hebat. Bila diamalkan akan banyak amalnya, bilamana dibisniskan akan mendatangkan uang, karena dalam berbisnis salah satu syarat adalah adanya suasana yang nyaman bagi pelanggannya.

Semoga kita bisa membeli, menemukan dan terlebih lebih lagi, bisa menciptakan suasana yang enak dan nyaman, di keluarga, di tempat kerja/ tempat bergiat dan di pertemanan/ perkumpulan, baik di dunia nyata maupun dunia maya, serta membawa kebaikan bagi anggota dan sesame. (Widartoks 2016; dari grup FB-MKPB Telkom)-FR

Ada sebotol air mineral merk A isi 600 ml. Air ini harga di warung sebelah rumah misalnya 2.000 rupiah. Kalau di restoran? Harganya jadi Rp 8.000. Kalau di kafe jadinya 12.000 rupiah. Nah, kalau di kafe, masa liburan, malam Minggu dan sambil menonton bareng final sepak bola dunia (World Cup), harganya bisa menjadi 25.000 rupiah.

Kok bisa begitu ya? Ketika kita membeli di warung sebelah, hampir tidak ada biaya tambahan, hanya biaya pembelian saja. Ketika di restoran atau di kafe, kita harus membayar sewa gedung yang mahal (apalagi di tengah kota Jakarta),

 

Membayar pelayan yang cantilk, ganteng dan sabar melayani kita, sewa meja kursi, toilet yang bersih, listrik, AC, juga pajak 10% dan biaya layanan (service charge) 21%. Kalau ada final piala dunia, harus membayar uang lembur pelayan, manager dan sebagainya.

Memang suasana yang enak itu mahal. Kalau kita tidak ingin membayar mahal ya carilah suasana yang enak tapi murah meriah, misalnya makan di taman kota saja. Atau di kebun milik paman atau bibi. Kalau mau hawanya dingin ya ke daerah pegunungan yang dekat rumah.

 

Bisa jadi di situ kita bisa minum kopi seharga 2.000 rupiah segelas, mendoan yang digoreng saat dipesan (jadi masih panas) 1.000 rupiah per biji, di mana di tempat lain kopi bisa puluhan ribu rupiah dan mendoan 5.000 rupiah sebiji. Nah, dengan demikian kita mendapat suasana yang enak, bersih dingin tapi harga tetap murah meriah.

Kita semua menginginkan suasana yang enak dan nyaman. Enak dan nyaman untuk makan minum, untuk bekerja, berfikir, berkreasi, berbuat kebaikan dan sebagainya. Jadi bukan hanya suasana pada saat makan saja, tetapi juga suasana yang lain, bahkan mungkin malah di segala suasana.

 

Misalnya suasana tempat kerja, suasana perjalanan, suasana keluarga, suasana istirahat, suasana pertemanan dan sebagainya. Apakah suasana itu selalu sesuai keinginan? Ya tidak. Makanya kita perlu membeli suasana itu, misalnya makan di dalam warung jelas lebih enak suasananya dibanding di pinggir jalan dekat tempat sampah.

 

Kalau tidak mau membeli, ya kita harus mencari suasana yang sesuai dengan keinginan kita. Nah, bisa juga kitalah yang menciptakan suasana itu. Kalau kita bisa menciptakan suasana yang enak dan nyaman bagi diri sendiri, itu adalah hal yang sangat baik.

 

Jikalau suasana nyaman bagi keluarga, itu luar biasa. Jika kita bisa menciptakan suasana yang enak dan nyaman bagi orang banyak, wah itu hebat. Bila diamalkan akan banyak amalnya, bilamana dibisniskan akan mendatangkan uang, karena dalam berbisnis salah satu syarat adalah adanya suasana yang nyaman bagi pelanggannya.

Semoga kita bisa membeli, menemukan dan terlebih lebih lagi, bisa menciptakan suasana yang enak dan nyaman, di keluarga, di tempat kerja/ tempat bergiat dan di pertemanan/ perkumpulan, baik di dunia nyata maupun dunia maya, serta membawa kebaikan bagi anggota dan sesame. (Widartoks 2016; dari grup FB-MKPB Telkom)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close