Pengalaman Anggota

Kok Bisa Ya?-Persiapan Matang, Pelaksanaan Malang

Beberapa waktu lalu, untuk suatu urusan, Pak Johar mau ke kota yang lumayan jauh, perlu 5 jam perjalanan dari rumahnya. Kota itu dekat dengan tempat wisata pantai. Maka tidak di-sia2kan kesempatan itu sekalian berwisata di pantai.

Dia berangkat sehari sebelum acara di kota itu, tujuannya untuk wisata seharian sampai puas. Persiapan dilakukan dengan mantap. Dia beli celana pendek yang di depan ada dua kantong besar ber-resleting, tujuannya menyimpan dompet, hp dsb yang jika masuk ke air tidak akan jatuh. Tentu dompet, hp dst itu dibungkus plastik dulu.

 

Pak Johar juga menyiapkan tustel atau kamera yang tahan di dalam air. Dia kosongkan isi kartu memorinya, battere 2 buah (satu cadangan) diisi penuh. Pak Johar mengisi cadangan battere (power bank) untuk HP-nya. Pokoknya lengkap.

Pada waktunya, pagi hari dia meluncur ke tujuan bersama 2 teman lain. Perjalanannya lancar, jam 11 siang sampai di tujuan. Mereka ke hotel yang sudah dipesan. Karena belum boleh masuk (“check in”), mereka menitipkan barang2 penting. Pak Johar titip tas cangklong (ransel) berisi “note-book” dan pernak-pernik lain. Takut kalau dibawa tidak tenang hatinya, apalagi ditinggal lama di parkiran.

Mereka makan siang dan lalu meluncur, menyusur dan menikmati pantai yang panjang. Mereka juga cari tempat dengan pemandangan indah, mandi2 dan salah satu tujuan penting : snorkling (melihat ke dalam laut dengan mengambang di permukaan air). Tempat snorkling tidak banyak. Ada satu tempat sesuai petunjuk di internet, saat itu tidak bisa didatangi, airnya keruh kata penjaganya.

 

Terpaksa mereka cari tempat lain dengan tanya ke sana kemari dan menempuh jarak lumayan jauh, lebih dari 50 km. Sampai juga di pantai itu yang sangat ramai pengunjung. Pak Johar tanya apa bisa snorkling. Dijawab bisa. Mereka bertiga siap2 ke tempat snorkling yang letaknya di sisi pantai lain dan terlindung dari ombak laut besar. Tempat itu jauh dari lokasi mereka berdiri.

Mereka naik perahu pisang (“banana boat”) yang ditarik perahu (“boat”) ke tempat snorkling. Di dekat pantai, ada rakit terapung menampung “snorklinger”. Mereka ber-snorkling ria. Walau tidak sebagus di Pulau Seribu/Pulau Derawan, lumayan pengobat rindu laut. Mereka bisa nikmati indahnya “tanaman2” karang, “bunga2” anemon laut dan ikan badut, ikan2 kecil, sotong dan keindahan lain. Sepuasnya.

Persoalannya, barang2 penting Pak Johar untuk keperluan di situ tertinggal di hotel. Kamera bawah air, alat penting ketinggalan di hotel, begitu pula HP-nya lama2 tidak bisa dipakai (untuk berkomunikasi, memotret dan merekam video) sebab batere habis dan “power bank” di hotel. Rupanya saat titip tas ransel berisi “note book”, kamera bawah air dan “power bank” di tas itu, jadinya tidak kebawa ke pantai.

Alhasil Pak Johar gagal total mengabadikan keindahan bawah laut di pantai itu sesuai rencana jauh hari. Mau mejeng, narsis di bawah air juga batal. Ini yang namanya persiapan matang, pelaksanaan malang. KBY. Kok bisa ya ? (Widharto KS-2017; dari grup FB-ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :

Back to top button
Close
Close