RSS Feed     Twitter     Facebook

Potensi Pariwisata Pangan Di Seko Calon Penyangga Ibu Kota Baru

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 4 views    Font size:

(news.detik.com)-LUWU UTARA; Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, yang dulu terisolasi di wilayah paling utara Sulsel berpotensi pariwisata dan ekonomi. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyebut Seko dapat jadi penyanggah pangan Ibu Kota Indonesia jika pindah ke Kaltim.

Kini jalur 120 Km dari Kecamatan Sabbang hingga Kecamatan Seko terbuka dan fungsional. Jalur itu nantinya dapat mempersingkat jarak dari Luwu Utara ke Kota Mamuju, Sulbar dan Kota Palu, Sulteng. Seko dinilai dapat menjadi kawasan segitiga emas di Sulawesi.

“Seko punya kelebihan dan masih virgin. Ini daerah tinggal ditata, dan masyarakat dunia butuh lokasi ┬áseperti Seko ini, disamping untuk bisnis, Seko ini destinasi yang tidak banyak dimiliki oleh kawasan di daerah lain,” kata Nurdin di Seko, (1/1/2020).

 

Setelah jalur 120 Km ke Seko terbuka, Nurdin menargetkan tahun 2020 seluruh jalur itu diaspal dan dibangun jembatan di setiap sungai yang memotong jalur.

 

“Seko ini segitiga emas, jadi kalau dibangun maka akan berkolaborasi 3 provinsi. Yang terdekat dengan Seko ini bukan Sulsel, bukan Ibu Kota Luwu Utara, tapi yang terdekat adalah Mamuju (Sulbar), yang kedua dekat Palu Sulteng” ujarnya. Berikut rencana Nurdin menjadikan Seko segitiga emas di Sulsel:

 

1-Lumbung daging di Sulsel

Seko berada di ketinggian di antara lembah pegunungan safana dinilai strategis untuk budidaya hewan ternak seperti sapi dan kerbau. Nurdin memimpikan Seko dapat menjadi layaknya Tazmania di Sulsel. Pemprov Sulsel akan menjadikan Seko sebagai range atau tempat budidaya hewan ternak yang dilepas bebas.

“Beberapa pemilik lahan di sini, saya titip ke dia, ‘jangan sampai nanti orang lain yang menikmati’. Jadi jangan kita tergiur, tiba-tiba ada yang mau beli lahan kita dengan harga tinggi. Tapi kita harus jaga lahan ini agar disiapkan untuk kemaslahatan masyarakat Seko,” kata Nurdin.

“Artinya investasi di range misalnya, banyak orang yang akan bekerja, berapa banyak masyarakat Seko yang bisa menikmati hasil dari range itu,” lanjutnya.

 

2-Destinasi Wisata

Keindahan alam Seko di lembah pegunungan ini dinilai dapat jadi destinasi wisata kuliner dan keindahan alam. Jika jalur dari Seko telah tembus ke Palu dan Mamuju, Seko jadi persinggahan yang nyaman. “Kita menang view (pemandangan safana), tidak banyak daerah yang memiliki pemandangan unggulan seperti Seko,” kata Nurdin.

Selain jalur yang terbuka, Seko juga memiliki bandara yang layak mengantarkan wisatawan. Kesiapan infrastruktur ini diharap mampu menarik investor di bidang pariwisata.

“Jadi kalau ini bisa dibangun hotel yang bagus, karena bandara ada. Tahun lalu diperpanjang. Harapan kita Bandara Seko ini bisa jadi bandara wisata. Konektivitas antara kawasan wisata. Ini dekat dengan Toraja, dekat dengan Sulbar, dekat dengan Sulteng”. “Nanti kita bangun konektivitas, dari Toraja pakai pesawat ke Seko, dari Bali masuk Seko, dari Jogja masuk Seko, dari Makassar masuk Seko,” lanjutnya.

Pemprov Sulsel dan Pemkab Luwu Utara akan menyiapkan anggaran untuk menata Kota Seko jadi kota wisata. “Seko ini dingin. Orang bisa ke sini menikmati kuliner dan keindahan alam, kita menang view dan dingin. Makanya kota ini jangan salah menata. Jangan dibiarkan lagi bangunan tumbuh liar, harus dikendalikan,” ucapnya.

 

3-Lumbung Padi

Seko dikenal padinya berkualitas terbaik. Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan ada 2 beras unggulan Seko yang diakui nasional. “Di Seko ini ada 2 varitas unggulan padi dan sebagai unggulan daerah, tinggal menunggu sedikit lagi, ada perbaikan dokumen dari Kementan untuk kita lepas sebagai unggulan nasional, yaitu beras varitas dambo dan tarone,” kata Indah di Seko.

Indah mengungkapkan, petani di Seko selama ini kerap menyimpan sendiri padi hasil panennya karena jalur yang sulit ditembus ke ibu kota kabupaten. Namun kini dengan terbukanya akses jalur membuat petani mudah memasarkan hasil padinya. “Masyarakat Seko selama ini punya kebiasaan menyimpan hasil panennya. Kini dengan terbukanya akses jalur sudah tidak lagi,” ucap Indah.

 

4-Lokasi Unggulan Kopi dan buah buahan

Produk unggulan yang dikenal masyarakat Sulsel di Seko ialah kopi. “Kopi di sana jenisnya robusta. Kalau kami cari ke pengepul biasa disebut kopi kolong, itu kopi terbaik di Sulsel,” ujar Adi, pengusaha kopi di Kota Palopo saat ditemui detikcom.

Lahan Seko yang subur tepat untuk membudiayakan produk tanaman seperti kopi hingga buah-buahan. Kini tengah dikaji produk pangan yang tepat. “Kita kaji yang cocok dikembangkan di Seko. Mungkin alpokat Seko, markisa Seko, kopi Seko. Kalau bisa bikin kopi rasa wine, saya ada di Bantaeng itu, kopi rasa wine. Itu dicari, produksinya tidak mampu kita penuhi. Jadi inovasi ini harus jalan,” kata Nurdin.

 

(nvl; fdn; Noval Dhwinuari Antony; Bahan dari : https://news.detik.com/berita/d-4846446/melihat-potensi-pariwisata-pangan-di-seko-calon-penyangga-ibu-kota-baru?tag_from=wpm_nhl_9)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

code