P2Tel Tangsel kembali Gelar KITAB Offline di STO Mencong Ciledug-Tauhid Tantangan dan Peluang Kehidupan

Tetap dan terus berkiprah untuk anggota.
P2Tel Tangerang Selatan tetap dan terus berkiprah melayani anggota dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan antara lain binroh Islam yang dikemas dalam Kajian Intensif TiAp Bulan disingkat KITAB.
P2Tel Tangerang Selatan kembali menggelar KITAB di STO Mencong Ciledug Tangsel secara offline pada Rabu pagi, 14 Oktober 2026 usai senam pagi dengan nuansa warna putih.
Meski bagi sebagian peserta harus berjuang melewati rute yang padat merayap lalu lintasnya namun para peserta tetap semangat meluruskan niat untuk menghadiri majlis ilmu dan hikmah KITAB ini.
Salam sehat, tetap semangat dan bersyukur.
Acara KITAB ini semakin menarik karena satu paket dengan acara sebelumnya yaitu senam pagi. Ketertarikan para peserta sangatlah beralasan karena setelah senam pagi (olah raga) maka dilanjutkan dengan menikmati camilan (olah rasa) dalam suasana kebersamaan.
Kemudian olah ruh bagi peserta yang beragama Islam serta olah rasio pada saat acara tanya jawab sehingga secara keseluruhan peserta mendapat olah 4R (olah Raga, Rasa, Ruh dan Rasio).
Acara berlanjut dan dipandu oleh pembawa acara Lediya yang setia memandu dan membersamai peserta menjadi pembawa acara dengan mengkondisikan seluruh rangkaian acara KITAB ini.

Lebih dekat dan lebih cinta Al Quran.
Pembacaan ayat-ayat suci Al Quran yang relevan dengan tema KITAB kali ini adalah surat An Nahl ayat 96-100 yang dibacakan oleh Qori H. Munajat dengan lantunan yang menggetarkan hati dan penuh khidmat peserta sehingga menumbuhkan kesadaran bersama atas kebesaran dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba Nya. Adapun sebagai pembaca saritilawah adalah Muhani dengan membacakan tarjamah ayat-ayat suci Al Quran yang dibacakan qori.
Media silaturahim kebersamaan dan info kekinian.
Dalam kesempatan ini KPC P2Tel Tangerang Selatan (Budi Saptono) menyampaikan pengantar. Diawali turut bersyukur dan berterimakasih atas keluangan waktu, tenaga dan pikiran untuk bersilaturahim dengan narasumber dan sesama anggota P2Tel Tangerang Selatan.
Ungkapan terimakasih juga tersampaikan atas kehadiran senior P2Tel Tangerang Selatan (Nunik) antara lain KBPC P2Tel Tangerang Selatan (Suradi) dan anggota (Aries Mustakim) dan para peserta KITAB yang mewakili komunitas Ngaji Online, goweser, bulutangkis, biker, senam pagi, pasangan suami istri dan lainnya.
Pesan spiritual yang disampaikan KPC P2Tel Tangsel adalah mari kita manfaatkan media silaturahim P2Tel Tangerang Selatan mulai harian melalui WAG, pekan (Ngaji Online, senam pagi Selasa di STO Serua dan senam pagi Rabu di STO Mencong Ciledug, KISPA Ramadhan), bulanan (KITAB), tahunan (Halal bi Halal, KITAB di STO Serua dan STO Mencong Ciledug). Dengan silaturahim kita jadikan tantangan menjadi peluang menjalani kehidupan yang sementara ini.
Adapun info kekinian yang perlu kita ketahui bersama antara lain HUT P2Tel pada 25 November 2026 dengan tema Bersatu, Selaras dan Saling peduli. Lomba nasional mencakup pelaporan triwulanan, pelaporan Dana Kematian dan Bedah Rumah.
Lomba senam sehat se JADETABEK Seri 2. Penyelenggaraan MUSCAB se JADETABEK pada Oktober 2026 ini. Pelaksanaan Datul Non Mandiri.
Kesempatan bagi anggota P2Tel Tangsel untuk mengabdi menjadi Sie Humas P2Tel Tangerang Selatan yang memiliki peran strategis dan publikasi berbagai kegiatan P2Tel Tangerang Selatan.
Mari kita simak bersama tausiyah KITAB dengan tema Tauhid : Tantangan dan Peluang Kehidupan.
Semoga Allah mudahkan dan berkahi segala urusan kita dan majlis ilmu KITAB ini menghadirkan manfaat dan bernilai ibadah.
Tiga pilar utama tauhid.
Ustadz Agil Pradana sebagai narasumber KITAB kali ini memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang manajemen pendidikan Islam, Pengajaran Al Quran & Bahasa Arab, Public Speaking & dakwah, Kepemimpinan lembaga pendidikan, Aktivitas dakwah sebagai sebagai khatib Jumat dan kajian Islam di beberapa masjid di Tangerang Selatan dan sekitarnya.

Hakikat pengesaan terdapat 3 pliar utama tauhid.
-Pertama, tauhid Rububiyyah (Pencipta & Pengatur) yaitu mengesakan Allah dalam Dzat, Perbuatan, Mencipta dan Memerintah.
-Kedua, tauhid Uluhiyyah (hak diibadahi) yaitu memurnikan segala bentuk ibadah hanya untuk-Nya, membebaskan diri dari kesyirikan.
-Ketiga, tauhid Asma wa Sifat (Nama dan Sifat Sempurna) meyakini kesempurnaan nama dan sifat-Nya. Tidak ada satu pun yang serupa dengan-Nya.
Dalam menjalani kehidupan yang menjadi keyakinan akar adalah memurnikan seluruh ibadah, niat dan ketergantungan hanya kepada Allah sehingga sebagai buah kehidupan (the life power) adalah anti kecewa : berbuah baik bukan demi validasi manusia tetap murni karena Allah.
Hati tidak digantungkan pada apresiasi makhluk. Dalam merespon konflik sadar bahwa hatu manusia berada di tangan Allah dengan hasil akhir konflik tidak membuat kita laru dari Allah melainkan menjadi katalis untuk semakin mendekar kepada Allah.
Semakin kuat tauhid kita, semakin kokoh kita menghadapi dunia. Jangan biarkan pengenalan kita kepada Allah hanya sebatas teori. Latih hatu untuk langsung bergantung pada-Nya di detik pertama datangnya ujian. Tauhid yang dihidupkan akan mematikan segala ketakutan kita kepada selain-Nya.
Peserta bertanya, narasumber menjawab dan sebaliknya.
Dalam kesempatan tanya jawab sebagai media yang komunikatif dan interaktif yang dipandu oleh Suradi selaku moderator mengawali dengan pantun Hari ini hari Rabu, kalau besok hari Kamis. Tausiyahnya menyejukkan kalbu, hidup kita semakin optimis.
Dari hasil tanya jawab terdapat mutiara hikmah antara lain penguatan tauhid rububiyyah dengan melakukan perenungan bermuhasabah diri (fungsi kontrol) dan melakukan perbaikan.
Sebagai tips & triks menghafal surat dalam Al Quran dan Asmaul Husna adalah dengan cara peningkatan cinta yang jujur kepada Allah dan menjadikan rumah kita dengan nuansa dan dihiasi bacaan Al Quran dan Asmahul Husna.
Sebagai penyemangat terpilih 3 orang peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dari narasumber, Aries Mustakim anggota BPC P2Tel Tangsel dan Budi Saptono selaku KPC P2Tel Tangerang Selatan secara cepat dan tepat sehingga mendapatkan sweetener cashless. Mereka adalah Lediya, Sumiyati dan Werdi.
Sebagai kesimpulan maka moderator menegaskan bahwa isi tausiyah bersumber pada Al Quran, hadits Rasulullah, kisah sahabat dan kisah kontekstual saat ini. Dalam penerapannya yang menjadi keyakinan akar adalah memurnikan seluruh ibadah, niat dan ketergantungan hanya kepada Allah.
Bermuhasabah secara berjamaah mulai dari diri, keluarga, komunitas P2Tel, masjid atau majlis taklim di tempat kita berdomisili. Mengharmonikan tauhid dalam menjalani kehidupan. Hasilnya in syaa Allah kita aman, nyaman dan bahagia dunia dan akhirat/
(Kontributor : Suradi-P2Tel Tangerang Selatan)-FR *




