Psikologi

Etika

Dalam ajaran etika, dikenal sebuah prinsip yang disebut dengan ‘golden rule’. Golden rule dipakai untuk menguji apakah tindakan kita ini cukup ‘etis’ atau tidak. Penerapannya mudah sekali, setiap akan mengambil tindakan, tanyalah kepada diri kita sendiri, ‘andaikata saya ada diposisi seberang (at another way arround), apakah saya mau diperlakukan seperti ini.

Sebagai contoh, andaikata saya sebagai Kepala Bagian Personalia harus memilih satu pegawai baru, apakah saya memilih A, keponakan saya sendiri, atau si B, pelamar dari umum yang nilai
ujiannya sedikit lebih unggul dari A. Tanyakan kepada diri saya sendiri, andaikata saya menjadi B dan diperlakukan tidak adil, mau atau tidak.

Belakangan saya menemukan prinsip ini di ayat 108 dari surat Al An’am, Al Quran, yang cuplikannya saya kutip demikian, ‘Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan’.

Umat Islam dilarang mengolok-olok atau memaki, sekalipun untuk hal yang paling hakiki, keimanan. Untuk hal yang kita yakini kebenarannya saja kita dilarang, apalagi kita mengolok-olok untuk hal-hal yang belum tentu kita yang benar. Dengan mengolok-olok siapapun, masalah apapun, berarti kita membuka jalan untuk mengundang makian mereka kepada kita sendiri.
Maukah kita? (Salam-SH)-FR.

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close