Kesehatan

Resiko menikmati Konser

JAKARTA–MICOM: Tata suara suatu konser musik dapat berbahaya bagi pendengaran para remaja atau pendengar yang menikmatinya. Hal itu disampaikan peneliti House Research Institute M Jennifer Derebery dalam pertemuan masyarakat otologi (kesehatan pendengaran) Amerika, awal pekan ini di Los Angeles, AS.

Derebery menyimpulkan hal itu setelah melakukan pengamatan terhadap 29 remaja, sebelum dan setelah menonton sebuah konser. Hasilnya, 72% dari para remaja itu mengalami gangguan pendengaran setelah mendengarkan konser dengan tingkat kebisingan lebih dari 85 desibel.

Dalam sekali pengamatan, gangguan pendengaran yang dialami para remaja itu tidak bersifat permanen.  Derebery menjelaskan pendengaran para remaja itu terganggu selama 16-48 jam setelah nonton konser. Tingkat kebisingan suara yang direkomendasikan, ujarnya, maksimal hingga rata-rata 98,5 desibel.

“Hanya tiga dari 29 partisipan yang memilih menggunakan pelindung telinga, bahkan ketika (pelindung) ini diberikan dan meminta partisipan untuk memakainya. Kami berpendapat hal ini merupakan perilaku yang cenderung pada kebanyakan remaja, jadi kita harus bertanggung jawab untuk mengatur suara di tingkat yang aman,” ujar Derebery. (Live Science/DK/OL-9; http://www.mediaindonesia.com/read/2012/05/23/321330/291/7/Sering-Nonton-Konser-Musik-Bisa-Ganggu-Pendengaran)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close