Psikologi

Tertantang karena kemiskinan

Suatu hari ada pemuda Miskin menaksir seorang gadis. Gadis itu berkata, ”Gaji bulananmu sama dengan pengeluaran harianku. Haruskah aku pacaran denganmu ? Aku tak akan mencintaimu. Lupakan diriku dan pacaran dengan orang lain yg setingkat dengan kamu ” Tapi entah kenapa si Pemuda tidak bisa melupakanya begitu saja.

10 tahun kemudian, mereka bertemu disebuah pusat perbelanjaan. Wanita itu berkata, ”Hei kamu !! Apa kabar ? Sekarang aku sudah menikah. Apakah kamu tau berapa gaji suamiku ?
Rp 20 juta perbulan. Dapatkah kamu bayangkan ? Dia juga sangat cerdas”
Mata pemuda itu berlinang air mata mendengar kata-kata wanita itu,

Beberapa menit kemudian suami wanita itu datang. Sebelum wanita itu bisa mengatakan sesuatu, suaminya berkata : ‘Pak..?
Saya terkejut melihat Anda disini, Kenalkan istri saya.”
Lalu dia berkata kepada istrinya, ”Kenalkan Bossku, Bossku masih lajang lho. Dia mencintai seorang gadis tapi gadis itu menolaknya. Itu sebabnya dia masih belum menikah .
Sial sekali gadis itu, Bukankah sekarang tidak ada lagi orang yg mencintai seperti itu ??’
Wanita itu merasa terkejut dan malu, Sehingga tak berani melihat kedalam mata si Pemuda .

” Kadang orang kita sakiti dan kita hina jauh lebih sukses dari pada yg kita bayangkan … Setelah semua terjadi timbullah sebuah penyesalan dari dirinya.
” Kadang orng yg dihina akan memakai hinaanya untuk mengapai sebuah kesuksesannya. Bukan harta yang akan membuat kita bahagia, tapi bersyukurlah yang membuat kita bahagia (Tjahjo R)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close