Kesehatan

Usus buntu dan warna air seni

Dulu sering diingatkan ortu: “Jangan telan biji jeruk” atau “hati2 saat makan jambu biji, nanti bisa usus buntu”. Saya pernah berdiskusi dengan teman yang profesinya dokter bedah.Dia menerangkan sering mengoperasi yang kena usus buntu. Dia tidak pernah dia menemukan di dalam usus buntu itu  biji jeruk, biji jambu, biji cabe.

Kata dia sakit usus buntu terjadi karena kita KURANG MINUM AIR bukan karena makan biji-bijian. Karena kurang minum air berakibat frekuensi buang air besar (BAB) juga berkurang. Bila frekuensi BAB berkurang, asupan makanan jadi “sampah” dan harus dibuang, dan mampet di usus besar, akhirnya kotoran itu naik dan masuk ke usus buntu.

Karena sudah berupa kotoran dan membusuk, maka terjadilah infeksi. Akibatnya sel darah putih naik (karena ada infeksi). Karena itu bila ada gejala usus buntu, saat pasien cek darah, pasti kadar sel darah putih / leukositnya naik dengan tajam.

Jadi, kalau mau terhindar dari usus buntu, banyaklah minum air putih. Kotoran di dalam usus buntu akan keluar, di-flushing oleh air putih.

Berikut informasi lainnya yang berbeda : Tentang warna air seni, ada yang berwarna putih (bening), ada yang berwarna kuning muda, ada juga yang berwarna kuning agak tua dan kuning tua sekali. Penjelasannya sebagai berikut:

Warna bening : You are in good shape!
Warna kuning muda: You still Ok, but drink more water.
Warna kuning agak tua: You are being dehidrated! Drink water right now!
Warna kuning tua sekali: Warning, your body in danger!!

Kita bisa tahu apakah kita kurang minum air putih dari warna air seni kita. Maka marilah kita lakukan pola hidup sehat dan perbanyaklah minum air putih. (Edwin Syafrin Wallad; Copas dari Andrie Wongso Corner; Share dr Luciana Tambayong with Prof. dr.Julian Steward Ockride-USA)-FR.

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close