Kesehatan

Kanker dan tanning bed

Kompas.com – Kulit terlalu putih dan pucat dianggap tampak tidak sehat oleh sebagian wanita di negara barat. Belakangan, tren kulit gelap diminati wanita di Indonesia. Namun berhati-hatilah memilih cara menggelapkan kulit. Penggunaan tanning bed atau tempat tidur khusus dengan sinar ultraviolet dianggap bisa menyebabkan kanker.

 

Badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) mengatakan, tanning bed tak boleh digunakan orang berusia kurang dari 18 tahun.  FDA mensyaratkan perusahaan pembuat tanning beds memenuhi standar keamanan dan desain termasuk pengatur waktu dan batasan radiasi yang diizinkan.

 

Peringatan itu untuk menekan kasus melanoma, salah satu bentuk kanker kulit mematikan, yang kasusnya meningkat dalam 30 tahun terakhir. Diperkirakan 2,3 juta remaja Amerika menggunakan tanning beds tiap tahunnya untuk mendapatkan kulit gelap.

 

Studi terbaru menunjukkan risiko melanoma 75% lebih tinggi pada orang yang terekspos ultraviolet saat proses indoor tanning. Meski kebanyakan kasus baru terdiagnosa di usia 40-50 tahun, tetapi penyakit ini terkait dengan paparan sinar ultraviolet di usia muda.

 

Pada dokter telah meminta pemerintah AS mengambil tindakan pada maraknya penggunaan tanning bed dalam beberapa tahun terakhir dan tingginya kasus kanker kulit pada orang muda.

 

Sebuah penelitian 2012 di Missouri menemukan, 65% dari 250 bisnis penggelapan kulit yang ada menerima pelanggan anak berusia 10-12 tahun tanpa pengawasan orangtua. Saat ini tanning beds masih dikelompokkan dalam alat berisiko rendah, sama seperti perban atau penekan lidah.

 

Namun tanning beds akan segera masuk ke klasifikasi alat berisiko sedang, atau kelas 2. Kondisi ini mempermudah FDA memantau keamanan dan desain sebelum produsen menjual. Standar keamanan sangat penting karena studi terbaru menunjukkan beberapa tanning bed bisa menyebabkan terbakar (sunburn) ketika digunakan langsung ke kulit.

 

Hasil penelitian 2009 menunjukkan 58% orang dewasa yang menggelapkan kulitnya di dalam ruangan mengalami kulit terbakar sinar matahari. “Jika menjalani indoor tanning harusnya tidak terbakar. Dengan aturan ini produsen wajib meperbaiki spesifikasi alat,” kata Dr. Jeffrey Shuren, Direktur FDA untuk alat kedokteran dan kesehatan.

 

Peringatan FDA sendiri tidak akan tertempel pada tanning beds, tapi lebih kepada promosi material dan peringatan di situs terkait. (BRX)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close