Psikologi

Melamar wanita cantik

Seorang pemuda melamar wanita cantik, dan terjadilah kesepakatan. Tatkala si cewek mengetahui profesi ibunda pemuda, maka si wanita memberi syarat, “Pada waktu resepsi pernikahan, ibunya tidak boleh datang”. Setelah berfikir, demi mewujudkan pernikahannya, pemuda menyetujui nya.

Akhirnya ia menjumpai salah seorang gurunya untuk meminta pendapatnya. Sang guru bertanya, “apa pekerjaan ibumu?
“Aku ditinggal mati ayahku saat umurku 1 tahun, akhirnya untuk membesarkanku, ibu bekerja sebagai pencuci pakaian”.Jawab pemuda itu.
“Pulanglah, kau cuci kedua tangan ibumu, besok kembalilah kesini, aku akan kasih pendapatku” jawab sang guru.
Pulanglah pemuda itu mendekati ibunya dan mencuci kedua tangannya, dia melihat begitu kasarnya tangan nya, ada bekas luka dan kulit yg terkelupas, ia melihat itu sambil mencucurkan air mata.

Dan akhirnya ia tidak tahan menunggu hari esok, dia telpon gurunya dan berkata; “Aku tidak akan mengorbankan bundaku untuk siapapun”.

Banyak di antara kita yg sering melupakan budi baik ibu kita. Demi kenikmatan semu. Maka saatnya kita mencuci kedua tangan ibu kita yg selalu membelai kita dan membersihkan kita..Karena suatu saat belaian itu akan pergi, dan kau akan kehilangan tiket masuk surgamu..

Oleh karena itu, siapapun ibumu, bagaimanapun ibumu, apapun ibumu, tidak ada ibu tidak ada dirimu…….. (Suhirto M)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close